BolaSkor.com - Fabio Quagliarella memang sensasional. Pada usia 35 tahun, striker asal Italia itu tetap prima layaknya pemain yang sedang berada di usia emas pesepakbola Eropa (27 atau 28 tahun). Istilah tua-tua keladi pantas disematkan kepadanya.

Bagaimana tidak, saat ini Quagliarella merupakan top skor sementara Serie A dengan perolehan 16 gol. Jumlah itu sudah melalui perolehan gol Cristiano Ronaldo dengan Juventus sebanyak 14 gol dan Krztsztof Piatek yang sudah mencetak 13 gol.

Bertambahnya jumlah gol Quagliarella tercipta di pekan 21 Serie A. Menjamu Udinese, Sampdoria menang 4-0, Sabtu (26/1) malam WIB melalui dua gol penalti Quagliarella (33' dan 56'), sementara sisa gol lainnya dicetak oleh Karol Linetty (68') dan Manolo Gabbiadini (78').

Berkat kemenangan itu juga Sampdoria masih menjaga kans merebutkan zona Eropa di Liga Europa dan Liga Champions. Il Samp duduk di peringkat enam dengan perolehan 33 poin, terpaut dua poin dengan AC Milan yang duduk di peringkat empat klasemen Serie A.

Baca Juga:

Juventus Vs Sampdoria, Beda Tipis antara Cristiano Ronaldo dengan Fabio Quagliarella

Derby Milan untuk Yannick Carrasco

Gianluca Mancini, Bek Masa Depan Timnas Italia Pengagum Marco Materazzi

Fabio Quagliarella

Tidak berhenti sampai di situ, Quagliarella juga mencapai rekor dua striker ikonik dan legendaris yang pernah menghiasi Serie A di era 90-an, yakni Gabriel Batistuta dan Christian Vieri.

Dilansir dari akun Twitter @OptaPaolo, dua gol mantan penyerang Juventus menambah koleksi golnya di Serie A menjadi 143 gol (total) dan melalui rekor gol Vieri sebagai salah satu pencetak gol sepanjang masa Serie A.

"Fabio Quagliarella sekarang telah mencetak 143 gol di Serie A, melalui Christian Vieri dalam sejarah Serie A. Bomber," tutur @OptaPaolo.

Selain itu, dua gol Quagliarella ke gawang Udinese juga memastikan bahwa dia telah mencetak 11 gol beruntun di Serie A. Striker atau pemain terakhir yang pernah melakukannya adalah Batistuta di tahun 1994. Batistuta memperkuat Fiorentina kala itu.

Melalui jumlah gol megabintang yang sudah lima kali meraih Ballon d'Or dan juga dua nama ikonik. Quagliarella tidak pernah membayangkan hal tersebut terjadi dalam kariernya.

"Ini benar-benar tidak terpikirkan. Saya emosional karena saya hanya bisa membayangkan sesuatu seperti itu (melalui sejumlah rekor). Hanya dengan menyebut nama Batistuta saya jadi merinding," ucap Quagliarella di Football-Italia.

"Di gol pertama, selebrasi saya hanya setengah, hanya untuk rekor, karena saya selalu menunjukkan respek kepada mantan fans saya dan Udinese salah satunya. Saya tak bisa berkata apa-apa, sungguh! Inilah hidup saya."

"Saya akan berusia 36 tahun dalam beberapa hari ke depan, jadi ini membuat saya sangat bangga. Segala yang sudah terjadi di masa lalu dan segala pengorbanan ini mengarahkan saya pada semua ini, sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan bisa terjadi," terang Quagliarella.

Banjir pujian dan ungkapan kekaguman banyak meramaikan lini masa kepada pengemas 25 caps dan tujuh gol itu. Usia hanya angka di atas secarik kertas untuk pemain yang pernah membela Torino, Fiorentina, Udinese, Napoli, Juventus tersebut.