BolaSkor.com - Perjalanan LeBron James sejak awal memang spektakuler. Dia memilih meninggalkan Cleveland Cavaliers, pergi ke Miami dan menjadi juara. Dia kembali ke Cleveland dan memenangi gelar lagi. Kini dia di Los Angeles dan Lakers kembali ke singgasana bola basket paling bergengsi setelah satu dekade puasa gelar.

Tak bisa dibantah, LeBron James sekarang tengah berada dalam kategorinya sendiri. Dia telah memimpin tiga klub meraih gelar NBA, sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun. Tak pelak label Greatest of All Time alias GOAT disandingkan kepadanya.

Fenomena kehebatan LeBron sudah lama tercium dan kian dimantapkan Senin (12/10) pagi WIB, ketika Los Angeles Lakers menjadi juara NBA untuk ke-17 kalinya dengan mengalahkan Miami Heat.

Baca Juga:

Kalahkan Heat, Los Angeles Lakers Rebut Gelar Juara NBA ke-17

Lakers Bakal Gunakan Jersey Black Mamba di Game 5 Final NBA

“Saya kira, seperti yang dikatakan Frank Sinatra, saya melakukannya dengan cara saya,” kata James di awal playoff tahun ini dikutip Reuters.

James memang punya cara sendiri untuk menggenggam empat gelar. Dia adalah MVP NBA Finals empat kali, pemain kedua yang memenangi gelar sebanyak itu. Dia melakukan semuanya dengan target terbesar NBA di punggungnya, dengan setiap tindakan dan setiap kata-katanya diteliti dan sering dikritik.

James telah menjadi simbol bintang yang independen, sesuatu yang banyak dicoba tetapi hanya sedikit yang memiliki kesempatan untuk melakukannya. Dia melakukan apapun yang dia inginkan, kapanpun dia mau, bagaimanapun dia mau. Hebatnya, dia berhasil.

"Dia pemain terhebat yang pernah hadir di dunia basket," ujar Frank Vogel dilansir Reuters.

"Jika Anda berpikir memahaminya, tidak, kecuali Anda berada di dekatnya setiap hari, berlatih bersamanya, memahami jalan pikirannya, melihat langsung bagaimana dia beradaptasi, dan menjadi pemimpin tim ini."

Dengan total 179 poin sepanjang seri final, James menjadi pemain kedua yang melampaui 1.500 poin di seri puncak setelah legenda Lakers Jerry West.

Bill Russell mungkin selamanya akan memiliki lebih banyak cincin juara dan Michael Jordan akan selamanya menjadi pilihan banyak orang sebagai pemain terhebat sepanjang sejarah NBA. Namun, LeBron James tetaplah LeBron James yang dalam banyak hal tidak bisa dibandingkan dengan pemain manapun. James menelusuri jalan yang dibuka sendiri.

"Permainan bola basket akan berlalu begitu saja. Akan ada kelompok baru anak-anak muda. Jadi, saya tidak bisa khawatir tentang itu. Bagaimana saya bergerak, bagaimana saya berjalan, apa yang saya katakan, apa yang saya bicarakan, bagaimana saya menginspirasi generasi berikutnya adalah yang paling penting bagi saya," kata James.

James tidak pernah lupa bahwa dia pernah menjadi bocah dari keluarga pas-pasan dari Akron, Ohio. Dia mendirikan sekolah dan tetap terlibat dengan masalah di sana. Dia secara aktif mencoba membuat lebih banyak orang, terutama warga kulit hitam, untuk memilih kehidupan lebih baik daripada sebelumnya.

"Saya hanya berharap saya membuat orang-orang saya bangga dan itu yang terpenting bagi saya. Saya membuat orang-orang saya bangga, membuat basis penggemar bangga, keluarga saya di rumah, saya tidak sabar untuk kembali ke rumah untuk mereka. Akron, Ohio, kami melakukannya lagi,” kata James.

James mendedikasikan gelar juara kepada fans Lakers yang menunggu selama 10 tahun dan dia melakukannya di tahun ketika para fans sangat membutuhkannya. James membuat mereka menangis karena kegembiraan setelah semua air mata penderitaan tumpah mengiringi kematian Kobe Bryant Januari lalu.

“Saya pikir itu luar biasa apa yang masih dilakukan LeBron pada usianya,” kata pelatih Denver Nuggets, Michael Malone.

"Menit-menit dia bermain, sangat efektif di kedua ujung lantai. Keinginannya untuk menang sungguh luar biasa,” kata Malone.

Akhir tahun ini James akan genap berusia 36 tahun. Meski begitu pada postseason tahun ini dia mampu mencatat 580 poin dan 184 assist, tak seorang pun di usianya yang pernah melakukan itu.

“Dia menunjukkan mengapa dia adalah pemain seperti itu, mengapa dia memiliki karier dan legasi yang terus dia bangun,” kata bintang Miami Heat Jimmy Butler.

Saat ini James berada 4.148 poin di belakang Kareem Abdul-Jabbar untuk memimpin pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah di musim reguler, yang berarti dia harus bermain setidaknya dua musim penuh lagi untuk mencapai target itu.

Laga final adalah penampilan playoff ke-260 dalam karier James, melewati Derek Fisher untuk rekor sepanjang masa. Dia adalah All-NBA Stars untuk ke-16 kalinya musim ini. Tak heran jika lebih banyak penggemar memilihnya sebagai MVP musim ini daripada Giannis Antetokounmpo, yang dinobatkan NBA meraih penghargaan tersebut.

Tidak ada yang tersisa untuk dibuktikan oleh Janes di lapangan basket. “Tapi saya tidak menjalani hidup saya dengan memikirkan tentang warisan. Apa yang saya lakukan di luar lapangan adalah yang lebih berarti bagi saya daripada apa yang saya lakukan di lapangan," kata James.

Mengutip perkataan pelatih Miami, Erik Spoelstra, apa yang LeBron lakukan, di dalam dan di luar lapangan, adalah sebagaimana seorang legenda didefinisikan.

"Saya hanya berpikir itu adalah bukti nyata atas kebesarannya untuk dapat mempertahankan kesuksesan seperti ini tahun demi tahun. Seragam berbeda. Pemain baru dan tim baru mengejarnya. Ini adalah bukti nyata komitmen itu. Dia melihat segalanya. Pada titik ini dalam kariernya, ini hanya tentang menang," kata Erik Spoelstra.

Pemain lain seperti Bill Russell, Kareem Abdul Jabar, atau Michael Jordan bisa jadi menang lebih banyak, tapi tidak ada orang di NBA yang menang seperti yang dilakukan James. Melakukannya dengan cara James sendiri.