BolaSkor.com - Mantan pemain Manchester United, Peter Schmeichel, menolak wacana pemberian gelar kepada Liverpool jika Premier League dihentikan permanen. Menurutnya, The Reds harus benar-benar meraih gelar tersebut dengan cara bertanding.

Sejauh ini, belum ada kejelasan kapan Premier League akan dimulai. Inggris masih menerapkan lockdown untuk menekan angka pasien yang terjangkit virus corona.

Baca Juga:

Anggaran Belanja Pemain Manchester United Terungkap

Transformasi Bruno Fernandes dari Bek Menjadi Gelandang

Soal Pembayaran Gaji, Manchester United Tak Ikuti Cara Liverpool yang Undang Kontroversi

Liverpool

Tak pelak, wacana mengakhiri Premier League lebih awal mencuat. Nantinya, Liverpool yang berada di puncak klasemen dinobatkan sebagai juara.

Namun, ide tersebut tidak disetujui Peter Schmeichel. Sang mantan kiper menilai, selisih 25 poin yang dimiliki Liverpool dengan peringkat kedua, Manchester City, tidak berarti apa pun.

"Unggul 25 poin? Ini sangat menyedihkan bagi mereka. Namun, Anda harus menyelesaikannya. Anda harus memenanginya untuk bisa dikatakan sebagai juara," kata Schmeichel pada sesi tanya jawab di Instagram.

"Jika menjadi Liverpool, apakah Anda akan menerimanya begitu saja? Di Belgia, mereka memberikan gelar juara kepada Club Brugge. Apakah itu adalah cara memenangi kompetisi?"

"Saya tidak yakin. Jika menjadi Liverpool, saya tidak akan menerimanya meski unggul 25 poin. Satu-satunya hasil terbesar yang saya dapatkan adalah memenangi kejuaraan Eropa pada 1992."

"Saya tahu itu tidak sama. Namun, itu serupa. Kami bahkan tidak lolos, namun bisa ke sana karena perang di Yugoslavia dan memenanginya. Itu adalah prestasi terbesar yang saya raih. Kami bermain untuk merengkuhnya," jelas sang legenda.

Jika Liverpool sudah unggul jauh di puncak klasemen, Manchester United masih berupaya mendapatkan tiket Liga Champios musim depan. The Red Devils berjarak tiga poin dari peringkat keempat, Chelsea.