BolaSkor.com - Gelandang serang asal Denmark, Christian Eriksen, merupakan salah satu rekrutan anyar Manchester United di musim panas 2022. Selain Eriksen klub juga merekrut Tyrell Malacia, Lisandro Martinez, Casemiro, Antony, dan Martin Dubravka.

Enam rekrutan baru Red Devils itu menjalani proses adaptasi yang berbeda-beda. Di antara mereka cara Eriksen beradaptasi terbilang cepat dan ia melakukannya dengan baik, menjalani peran yang diminta Erik ten Hag.

Meski sempat kesulitan di dua laga awal Premier League, Eriksen pada akhirnya bermain dengan baik bersama Man United. Pemain berusia 30 tahun menjadi pengatur orkestra permainan tim dari tengah dengan visi bermain, pengalaman, dan operan bola progresif - operan ofensif ke pertahanan lawan.

Pengalaman Eriksen sebagai mantan pemain Ajax Amsterdam, Tottenham Hotspur, dan Inter Milan serta Brentford banyak membantu, tapi pada akhirnya Eriksen adalah tipikal pemain cerdas. Pemain seperti itu selalu mudah beradaptasi.

Baca Juga:

Ketika Manchester United Menolak Penawaran Comeback Eric Cantona

Cek Fakta - Cristiano Ronaldo Racun di Kamar Ganti Pemain Manchester United?

3 Alasan Cristiano Ronaldo Masih Dibutuhkan Manchester United

Michael Carrick, legenda Man United yang dulu berposisi sebagai gelandang, juga memuji kecerdasan bermain Eriksen. Ia tak terkejut dengan betapa cepatnya Eriksen beradaptasi, bahkan Carrick senang klub merekrutnya.

"Saya tidak terkejut sedikit pun (dengan performa Eriksen). Saya sering bermain melawannya; saya banyak memperhatikannya. Saya sangat menyukainya. Dia pesepak bola yang fantastis. Dia pintar dan cerdas," ujar Carrick memuji Eriksen, seperti dilansir dari laman resmi Man United.

"Hampir tidak masalah posisi apa yang dia mainkan. Dia bisa beradaptasi. Dia hanya pesepak bola yang cerdas dan pintar dengan kualitas hebat. Saya senang ketika kami merekrutnya, dan dia tidak mengejutkan saya sedikit pun. Dia pemain top."

Eriksen punya tipikal bermain yang tidak jauh berbeda dari Carrick. Dahulu, Carrick dikenal dengan ketenangannya mengatur tempo bermain di lini tengah dan mengatur tempo permainan. Ia meraih sukses besar di bawah asuhan Sir Alex Ferguson kala bermain pada periode 2006-2018.