BolaSkor.com - Legenda AC Milan Andriy Shevchenko senang melihat kebangkitan mantan klubnya tersebut. Il Rossoneri dinilai oleh pria asal Ukraina itu sudah perlahan bangkit dan kembali ke habitatnya.

Semenjak akhir musim lalu hingga musim ini Milan menunjukkan perkembangan di bawah arahan Stefano Pioli. Milan bersaing merebutkan Scudetto dan masih bersaing untuk memenangi trofi di Liga Europa.

Liga Europa sedianya bukan turnamen antarklub Eropa yang biasa dimainkan Milan melainkan Liga Champions. Akan tapi Shevchenko senang, setidaknya Alessio Romagnoli dkk saat ini kembali bersaing di papan atas klasemen.

Secara khusus Shevchenko memuji peran besar legenda sekaligus mantan rekan setimnya, Paulo Maldini yang kini ada di jajaran direksi klub. Maldini bekeja keras untuk mengembalikan DNA Milan.

Baca Juga:

Manchester United 1-1 AC Milan: Gol Pengujung Laga Gagalkan Kemenangan Setan Merah

Theo Hernandez Ceritakan Rasanya Jadi Rekan Setim Ibrahimovic

Maldini dan Pioli Bikin Baresi Optimistis AC Milan Kembali Jaya

Andriy Shevchenko

"Paolo melakukan pekerjaan luar biasa, seperti semua orang di Milan. Ada proyek yang bagus dan mereka bersatu. Saya tidak ragu hasilnya akan datang. Milan harus menjaga ambisinya," kata Shevchenko kepada La Gazzetta dello Sport.

"Saya tidak terkejut dengan permainan Milan di Manchester (kontra Manchester United di Liga Europa) dan juga demikian atas apa yang mereka lakukan di Italia."

"Ada peluang bagus bagi mereka untuk lolos ke babak berikutnya di Liga Europa. Mereka tampak rendah hati dan siap."

"Tidak mungkin untuk memprediksi masa depan, tapi Milan bermain dengan kepala tegak. Mereka dipuji oleh media Inggris, yang tidak mudah. Semua orang mengharapkan sikap dan kepribadian ini di Eropa. Senang melihat Milan kembali."

AC Milan dan sisi prestisius

Milan sedianya tak jauh berbeda dari Man United. Keduanya naik turun sebagai raksasa Eropa yang dahulu sering bersaing di Liga Champions. Butuh waktu bagi mereka untuk kembali ke habitat sesungguhnya di Eropa dan liga.

Milan yang ada di urutan dua di bawah Real Madrid sebagai tim paling banyak memenangi titel Liga Champions (tujuh kali) sudah lama tak memenangi Scudetto, apalagi bersaing reguler di Liga Champions.

Milan terakhir memenangi Liga Champions pada 2007 dan Serie A pada 2011. Kala itu terjadi tim dilatih oleh Carlo Ancelotti dan Massimiliano Allegri dengan pemain-pemain legendaris.

Beberapa nama top dari masa lalu itu adalah Andrea Pirlo, Kaka, Filippo Inzaghi, Gennaro Gattuso, Maldini, Alessandro Nesta, Cafu, dan Dida. Kini mereka telah menempuh jalannya masing-masing.

Misalnya Pirlo yang menjadi pelatih Juventus dan Gattuso yang membesut Napoli. Dalam waktu dekat Gattuso akan membawa Napoli bermain kontra Milan.

"Saya pikir dia (Gattuso) bisa mengendalikan perasaannya. Milan adalah bagian besar dari sejarahnya dan juga milik saya, tapi kemudian semua orang mengambil jalannya masing-masing," imbuh Shevchenko yang kini melatih timnas Ukraina.