BolaSKor.com - Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, mengungkap rasa kecewa setelah banyak bintang Formula 1 (F1) terkesan diam menanggapi isu rasisme yang tengah memanas di Amerika Serikat. Sebagai minoritas di ajang balapn jet darat, Hamilton ingin bersuara lantang.

Isu rasisme memanas setelah kematian George Floyd. Gelombang protes besar terjadi di Minneapolis dan beberapa negara bagian Amerika Serikat lainnya.

Banyak bintang olahraga dunia yang bersimpati atas kematian George seperti Michael Jordan, Marcus Thuram, dan Jadon Sancho. Namun, Hamilton melihat hal itu tidak ada di F1.

Baca Juga:

F1 GP Inggris Raya Berpeluang Digelar Tanpa Penonton

5 Calon Pengganti Sebastian Vettel di Ferrari

“Saya lihat kalian tetap diam, beberapa di antara Anda, bintang-bintang terbesar, namun tetap dia di tengah ketidak adilan,” ujar Hamilton, dikutip dari Instagram pribadi miliknya.

“Bukan isyarat dari siapapun dalam industir saya yang tentu saja olahraga didominasi kulit putih. Saya satu-satunya kulit hitam di sana dan mampu berdiri,” sambungnya.

Hamilton tidak membenarkan demonstran yang melakukan protes dengan kekerasan. Akan tetapi, perjuangan secara damai perlu disuarakan.

“Tidak akan ada perdamaian hingga yang disebut pemimpin melakukan perubahan. Ini bukan hanya Amerika, ini adalah Inggris Raya, ini adalah Spanyol, dan ini adalah Italia serta seluruhnya,” tutur Lewis Hamilton.