BolaSkor.com - Belum jelasnya lanjutan kompetisi Liga 1 2020 dapat digelar kembali membuat banyak pihak kecewa, termasuk kelompok suporter Bonek. Pendukung fanatik tim Persebaya Surabaya itu menilai sebaiknya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) membatalkan musim 2020.

Sebelumnya, sempat dijadwalkan lanjutan Liga 1 akan digulirkan kembali pada awal Oktober 2020. Namun rencana tersebut tidak dapat dilakukan karena Polri enggan mengeluarkan izin keramaian lantaran masih tingginya angka pandemi Covid-19 di Indonesia.

PSSI dan PT LIB lantas menggelar manager meeting dengan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 2020 di Yogyakarta, 13 Oktober lalu. Pertemuan itu menghasilkan tiga opsi perihal skema lanjutan kompetisi.

Baca Juga:

Mental Pemain Mulai Drop, Persebaya Bersiap Liburkan Tim Sepekan

Lanjutan Liga 1 Belum Jelas, Barito Putera Liburkan Tim Selama Sebulan

Bonek
Koordinator Bonek Tribun Kidul, Devara Noumanto saat melakukan kegiatan berbagi masker beberapa waktu lalu. (BolaSkor.com/Kurniawan)

Pertama adalah tetap menggulirkan kembali kompetisi pada 1 November dan selesai pada Maret 2021. Kedua, membuat jadwal baru pada 1 Desember dengan penyesuaian format kompetisi. Dan ketiga, menggeser jadwal kick-off ke 1 Januari 2021 dengan membagi 2 wilayah untuk memangkas waktu kompetisi.

“Opsi pertama telah ditolak Polri. Rasanya, pertemuan kemarin seperti sia-sia. Polri harusnya yang paling pertama untuk dirangkul dan diajak berkomunikasi sebelum mengadakan manager meeting. Mulai dari keamanan hingga perihal izin keramaian atau izin pertandingan, semua dari kepolisian,” sebut Koordinator Bonek Tribun Kidul, Devara Noumanto kepada BolaSkor.com.

Karena itu, dia menilai kompetisi 2020 ditiadakan. Dan diganti dengan turnamen. Klub-klub juga dapat fokus menyambut musim 2021. “Lebih baik ditiadakan dan fokus musim 2021. Karena 2020 tinggal dua bulan lagi, paling ideal saat ini adalah menggulirkan turnamen, dengan waktu yang singkat serta akan meminimalisir budget operasional klub-klub,” pungkas pria yang akrab disapa Sinyo itu. (Laporan Kontributor Kurniawan/Surabaya)