BolaSkor.com - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan keputusan di luar dugaan terkait kompetisi. Keduanya menilai lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 baru bisa dijalankan pada bulan Februari 2021 mendatang.

Keputusan tersebut pun berdampak signifikan bagi para stakeholder sepak bola di Tanah Air, mulai dari pemain, pelatih, sampai dengan wasit. Mereka mencari cara untuk tetap mendapatkan penghasilan saat kompetisi tidak berjalan.

Kapten Bhayangkara FC, Indra Kahfi sudah mulai mencari cara agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Salah satu cara yang dilakukan, fokus menjalankan bisnis kedai kopi yang sudah dilakukan sejak awal tahun lalu.

Baca Juga:

Surat Menyentuh Marc Klok untuk The Jakmania dan Seluruh Pencinta Sepak Bola di Indonesia

PSSI Perintahkan PT LIB untuk Cari Format Terbaik Kompetisi

Kakak kandung dari Andritany Ardhiyasa ini mengaku tidak adanya kompetisi sangat berpengaruh terhadap para pemain sepak bola. Tidak jarang banyak pemain yang memilih bermain tarkam (antar kampung) demi mendapatkan penghasilan.

"Sekarang kalau memang tidak ada kompetisi saya fokus menjalani bisnis warung kopi yang sudah saya kelola sejak awal tahun lalu saja. Selebihnya ya kalau endorse belum bisa, karena kan akun instagram saya masih baru sebelumnya yang lama kena hack," kata Indra Kahfi kepada BolaSkor.com, Jumat (30/10).

Sementara itu, pemain muda milik Persik Kediri, Septian Satria Bagaskara juga mendapatkan dampak dari penundaan ini. Sebelumnya ia senang dengan kabar kompetisi akan bergulir kembali, tapi nyatanya kembali ditunda.

"Saat ini penghasilan tambahan saya paling dari endorse saja dan itu harus bisa disyukuri. Kalau main tarkam saya tidak diizinkan oleh orang tua saya, karena itu bisa berbahaya untuk kita, lebih baik saya latihan mandiri saja," kata Bagaskara