BolaSkor.com - Kejelasan status kompetisi Liga 1 yang akan kembali berlanjut pada Oktober 2020, membuat sejumlah klub kembali harus merogoh koceknya sesuai dengan SK PSSI tertanggal 27 Juni lalu.

Pada surat bernomor SKEP/53/VI/2020 itu, setiap klub baru akan menerapkan pemangkasan 50 persen gaji pada satu bulan jelang kick-off kompetisi. Dengan ditetapkan Oktober, maka klub sudah menerapkan kebijakan itu mulai September.

"Lalu bagaimana dengan gaji Juli dan Agustus? Kalau menelaah SK PSSI itu, maka klub tetap merujuk pada SK sebelumnya (27 Maret 2020) yaitu 25 persen," tutur General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Baca Juga:

Respons Kelanjutan Liga 1, Pelatih Bali United Perkirakan Gelar Persiapan Awal Agustus

Persik Kediri Berharap Hak Komersial di Liga 1 Bisa Naik Sesuai Usulan

Oleh karena itu, pihaknya berharap PT Liga Indonesia Baru bertindak lugas dengan tetap membantu klub untuk mencairkan dana hak komersial lagi. Pasalnya, klub kembali dibebani kewajiban membayar hak anggota tim meski kompetisi belum berjalan.

"Karena dengan situasi seperti ini, hak komersial sifatnya sudah kebutuhan pokok bagi klub. Harapan kami ya semoga saja bisa cair lagi," tandas Ruddy.

Harapan tim Singo Edan sendiri tak lepas dari kondisi finansial yang juga kembang kempis. Dampak berhentinya kompetisi membuat Arema FC gagal memaksimalkan potensi pendapatan melalui sponsor dan juga penjualan tiket pertandingan.

"Arema FC membutuhkan dana sekitar Rp575 juta untuk 25 persen gaji itu. Jika hak komersial turun (Rp520 juta per bulan), ya setidaknya beban klub bisa berkurang, tinggal menambah sedikit," paparnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)