BolaSkor.com - Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan dua sanksi untuk Persis Solo. Sanksi ini berkaitan dengan pelanggaran pasal 70 lampiran 1 kode disiplin PSSI yang dilakukan suporter Laskar Sambernyawa.

Dua pelanggaran terjadi saat laga melawan Cilegon United di Stadion Manahan Solo pada 4 Juli. Komdis PSSI menyebut ada lemparan botol yang terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua. Atas hal itu, Persis Solo disanksi denda Rp 15 Juta.

Pelanggaran kedua terjadi pada laga kontra Persik Kendal di Stadion Utama Kebondalem, Kendal pada 9 Juli. Suporter Persis Solo terlibat kericuhan dengan suporter Persik Kendal, yang membuat mulainya babak kedua sempat terhenti sepuluh menit.

Pada pelanggaran ini, Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp 75 Juta. Persis Solo juga wajib mengganti biaya kerusakan stadion yang dilakukan suporter setianya di tribun timur.

Sanksi ini tentu saja menjadi pukulan telak. Bila bicara hitung-hitungan keuangan, uang Rp 90 juta bisa digunakan Laskar Sambernyawa untuk memberi bonus kemenangan pada tim.

Manajer Persis Solo, Setiawan Muhammad memastikan bertemu para suporter. Kejadian ini diharapkan tak kembali terulang, lantaran denda dari Komdis PSSI bisa lebih besar lagi.

"Kami harapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Sepulang dari Karawang, saya akan bertemu dengan teman-teman suporter serta sesepuh untuk berkonsolidasi," terang Manajer Persis Solo, Setiawan Muhammad.

Terpisah, Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo meminta semua pihak untuk intropeksi diri. Para pendukung Persis Solo tak perlu meluapkan emosi berlebih saat diprovokasi. Pasalnya hal itu akan berimbas pada klub.

"Ketika suporter berharap ke manajemen bahwa Persis Solo harus naik ke Liga 1, sebagai suporter seyogyanya juga harus berbenah bersama sama untuk lebih dewasa, lebih kreatif, tidak rasis dalam mendukung tim kebanggaan dan tidak bertindak konyol karena luapan emosi sesaat. Karena semua tindakan apapun yang dilakukan suporternya muaranya akan ke klub," tutur Aulia Haryo. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)