BolaSkor.com - Insiden pengeroyokan wasit yang dilakukan para pemain Persiwa Wamena, sudah tentu akan menghadirkan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Persiwa pun terancam sanksi cukup berat atas pelanggaran terhadap aturan regulasi kompetisi itu.

Suimin Diharja pun mengerti, bahwa apa yang dilakukan anak asuhnya memang tidak dibenarkan. Sehingga, ia paham dengan ancaman sanksi Komdis terkait tingkah laku buruk pemain ketika berada di lapangan.

"Yang namanya manusia, pasti akan takut dengan sanksi. Yang tidak takut sanksi itu ada dua, yaitu orang gila dan orang mabuk," tutur Suimin Diharja.

"Kami siap dengan (sanksi) itu. Tapi, harus diketahui, bahwa situasi yang tak terkendali itu pasti ada pemicunya," tambah pelatih Persiwa Wamena berusia 59 tahun tersebut.

Ancaman sanksi berat itu tak lepas dari aksi kekerasan yang dilakukan pemain Persiwa kepada Wasit Abdul Razak. Tak terima dengan hukuman penalti pada menit ke-78, beberapa pemain tim Badai Pegunungan Tengah lalu melancarkan serangan berupa dorongan, pukulan sampai tendangan.

Pengeroyokan wasit oleh pemain Persiwa. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

Serangan membabi buta membuat wasit asal Sulawesi Tenggara itu jatuh bangun dan berhasil mengamankan diri ke ruang ganti. Setelah 10 menit tertunda, Abdul Razak kembali melanjutkan hukuman penalti yang berujung kemenangan 2-1 bagi Persegres Gresik United, pada Sabtu sore kemarin.

"Mengirimkan surat protes juga percuma, karena tidak mengubah hasil. Lagipula, suratnya paling dibuang ke tempat sampah," tandas Suimin.

"Pertandingan kan live, jadi tayangan videonya akan kami kirimkan ke PSSI dan Menpora. Itu silakan dievaluasi lagi," pungkas mantan pelatih PSMS Medan dan Persikabo Bogor itu. (Laporan Kontributor Kristian Joan)