BolaSkor.com - Presiden Sriwijaya FC, Asfan Fikri Sanaf kembali mengingatkan penggawa Laskar Wong Kito untuk tidak jumawa karena kini berada di puncak klasemen wilayah barat Liga 2. Terlalu dini bagi Ambrizal dan kawan-kawan untuk bersantai-santai karena poin dengan tim lawan cukup tipis.

Sriwijaya FC hanya terpaut satu poin dengan Persita Tanggerang, PSCS Cilacap, PSMS Medan, dan Persiraja. "Sriwijaya FC terus membaik, sekarang di peringkat paling atas klasemen."

"Tapi perlu di ingat kompetisi masih sangat panjang," kata Asfan Fikri Sanaf.

Menurutnya, pemain harus terus memenangkan laga kandang dan tidak kehilangan poin di laga tandang. Pemain harus fokus dan kerja keras.

"Makanya saya sebut mereka pejuang, karena saya ingin mereka berjuang untuk Sriwijaya FC supaya ke Liga 1 bukan bermain-main," ujarnya.

Baca Juga:

Eks Persib Vladimir Vujovic Mundur, PSIM Jogja Belum Punya Gambaran

Vladimir Vujovic Mundur dari PSIM Jogja, Laga Kontra PSBS Jadi Terakhir

Mantan Dirut Bank SumselBabel ini pun memberikan apresiasi pada pemain yang kerap menyisihkan hasil gaji atau bonus mereka buat anak-anak panti asuhan. Setiap sebelum bertanding, mereka kerap memberikan bantuan pada anak yatim piatu. Pemain dan pelatih pun, ibadahnya sangat kuat. Itu juga yang bisa membantu perjuangan mereka.

Sebelum laga melawan Persita Tangerang, pemain Sriwijaya FC menyambangi pondok pesantren Muqimus Sunnah yang terletak di kawasan Kenten Laut, Banyuasin, Kamis (11/7) pagi. Mereka memberikan sejumlah bantuan.

"Saat ini kita berada di puncak klasemen, namun kita tidak boleh melupakan bahwa semua itu berkah dari Allah SWT. Makanya kita adakan doa bersama sekaligus yasinan, serta mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Sumsel secara luas demi target kembali ke liga 1," tambah Manajer Sriwijaya FC H Hendri Zainuddin.

Lebih jauh Hendri meminta seluruh penggawa Sriwijaya FC tetap membumi. Menurutnya perjalanan kompetisi masih sangat panjang.

"Jangan sampai terlena, kita sedang bagus dan di puncak klasemen, justru ini adalah ujian," jelas pemilik pondok pesantren RQ Payaraman Ogan Ilir ini. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)