BolaSkor.com - PSSI kembali melakukan rapat virtual bersama klub Liga 2, Selasa (2/6) sore. Dalam pertemuan tersebut, beberapa usulan dilemparkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Salah satu yang paling mencolok adalah pembagian dana subsidi sebesar Rp200 juta per bulan. Rencananya kompetisi akan dimulai lagi Oktober 2020.

Presiden klub PS Hizbul Wathan (PSHW), Dhimam Abror Djuraid, menilai dana subsidi yang digelontorkan PSSI perlu dikaji ulang. Dirinya merasa dana tersebut terlalu sedikit.

Baca Juga:

Skema Kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 dari PSSI

Manajer Persita Benarkan Opsi Liga 1 Digelar September dan Kenaikan Subsidi Menjadi Rp800 Juta

"Subsidi Rp200 juta tidak cukup. Kami meminta PSSI menghitung semua biaya persiapan dan pelaksanaan turnamen, baru memutuskan besaran subsidinya," ujarnya.

Hal lainnya yang menjadi usulan adalah perubahan format kompetisi. PSSI mengusulkan untuk mengubah kompetisi menjadi sistem home tournament dengan 24 tim dibagi ke dalam 4 grup sesuai zona terdekat.

Hal tersebut dianggap meringankan beban kompetisi. Sebelumnya kompetisi dijalankan dengan 2 wilayah dan sistem home-away.

Kompetisi sendiri rencananya akan dimulai bulan Oktober hingga bulan Desember. Tetapi Dhimam juga tak setuju akan hal ini.

"Saya minta jangka waktu turnamen diperpendek sampai akhir November saja," pungkasnya singkat. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)