BolaSkor.com - Klub-klub Liga 2 akhirnya bernapas lega dengan kepastian kick off Liga 2 2020. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan surat dengan Nomor 261/LIB-KOM/VIII/2020 tertanggal 6 Agustus, yang berisi tindak lanjut kompetisi kasta kedua musim ini.

Kepastian kick off itu disambut antusias PSIM Yogyakarta. Manajer PSIM, David MP Hutauruk menilai surat tersebut menjadi dasar kuat timnya untuk segera bergerak.

"Dengan adanya kepastian jadwal hingga sistem kompetisi memudahkan kita dalam mempersiapkan diri. Kami lega dengan mengapresiasi tindak lanjut dari operator kompetisi," kata David, Jumat (7/8).

Baca Juga:

PT LIB Pastikan Kick Off Liga 2 Akan Digelar pada 17 Oktober 2020

Persik Kediri Angkat Bicara soal Kepindahan Paulo Sitanggang ke PSMS Medan

Dia memaparkan, dalam waktu dekat pihaknya segera berkoordinasi dengan pelatih Seto Nurdiyantoro dan para asisten. Sehingga waktu ideal latihan dan program latihan yang akan diberikan nanti bisa disinkronkan sejak awal.

"Kami akan segera lakukan persiapan dan koordinasikan dengan team teknis dan manajemen. Memang sedari awal kami terus berkomunikasi dengan tim pelatih. Setelah ada surat itu ya tinggal dimatangkan saja," tegas David.

Sementara itu, PSIM tak ikut mendaftarkan diri sebagai tuan rumah dalam Liga 2 yang akan berformat home tournament tersebut. Sang manajer menyebut tak adanya penonton jadi salah satu alasan manajemen enggan jadi host.

"Faktor utama adalah tidak adanya penonton saat lanjutan kompetisi nanti. Kita kan hitung-hitungan juga tidak ada keuntungan lebih. Kalau bermain di rumah dan mendapat dukungan langsung suporter di stadion itu yang pasti diinginkan," paparnya.

Selain itu, David tak ingin konsentrasi terbelah dengan menjadi tuan rumah. Selain menyiapkan tim untuk kompetisi, pihaknya juga harus memikirkan pertandingan.

"Sebagai tuan rumah kita tidak mungkin akan seadanya dan membiarkan tamu-tamu kita terlantar. Memang pelaksanaan nanti langsung dari PT LIB. Tapi panpel kan pasti menggunakan orang-orang kita juga," tukas David. (Laporan Kontributor Muhammad Fadly/Yogyakarta)