BolaSkor.com - PSIM Jogja memastikan bahwa Seto Nurdiantoro tetap menjadi pelatih tim untuk kompetisi musim 2021. Kesepakatan dan penandatanganan kontrak dilakukan pada Senin (22/2).

Pembicaraan antara manajemen dan Seto telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Bukan hanya memantapkan masalah komitmen, tapi juga menyusun apa yang harus dilakukan untuk mengarungi Liga 2 2021.

CEO PSIM, Bambang Susanto, menilai bahwa Seto merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi nakhoda dari Laskar Mataram dan berharap kesepakatan yang berlanjut ini dapat berdampak baik untuk kedua pihak.

Baca Juga:

Dewa United FC Ingin Punya Akademi, dari Tangerang Menuju Eropa

Dewa United FC Tunjuk Kas Hartadi Jadi Pelatih, Target Promosi ke Liga 1

“Kami senang memastikan bahwa coach Seto tetap bersama PSIM untuk musim 2021 ini, karena dalam pertimbangan manajemen, beliau masih menjadi pilihan utama. Harapan kami, PSIM dan coach Seto bisa mencapai hasil terbaik musim ini, meneruskan apa yang belum tuntas di tahun sebelumnya,” ujar Bambang, selepas melakukan pertemuan dengan Seto.

“Perjalanan dimulai lagi, semoga bisa sesuai dengan harapan dan doa kita semua, bahwa ini yang terbaik untuk PSIM,” sambung dia.

Sementara itu, Seto Nurdiantoro sendiri memilih untuk tetap berkomitmen dengan PSIM karena ‘panggilan hati’. Sosok yang pernah menjadi pemain PSIM ini juga menilai perjuangan untuk musim 2021 tidak hanya tergantung pada dirinya, tapi dibutuhkan kerja sama dari semua elemen tim, baik internal, mau pun eksternal.

“Ini pilihan yang sulit sebenarnya, tapi karena ini suara hati dari dalam, dan karena niat yang baik, saya pilih PSIM. Jadi harapannya kita sama-sama berjuang untuk semua yang terlibat di sana, baik dari manajemen mau pun yang ada di dalam tim lapangan, kita harus berjuang bersama,” ujar Seto.

“Karena ini sebuah tim, bukan saya secara individu. Yang utama juga untuk suporter, artinya saya minta doa dan restunya, karena dari doanya, biarlah Tuhan yang bekerja,” tutup Seto.

PSIM mulai bereuni dengan Seto sejak musim 2020, namun kompetisi gagal berjalan karena pandemi virus corona. Manajemen dan Seto sepakat, bahwa musim 2021 ini adalah meneruskan perjuangan yang belum tuntas pada tahun lalu. (Laporan Kontributor Muhammad Fadly/Yogyakarta)