BolaSkor.com - Sriwijaya FC menyisakan satu partai lagi di putaran pertama Liga 2 musim ini. Di laga terakhir, Sriwijaya FC akan dipertemukan Babel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (14/8/19).

Dari 11 laga yang sudah dijalani, pemegang gelar Raja Assist masih menjadi milik pemain kawakan Siswanto. Pemain senior yang kerap menjadi supersub ini punya sentuhan magis di babak kedua.

Siswanto bisa mengubah permainan Laskar Wong Kito seketika. Dari laga yang sudah dilakoni Ambrizal dan kawan kawan, Siswanto sudah memberikan tiga assist berbuah gol kepada barisan penyerang Sriwijaya FC.

Aksi pemain berusia 34 tahun itu dimulai saat hadapi PSCS Cilacap pada pekan keempat Liga 2 Indonesia 2019 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Minggu (7/7). Siswanto yang masuk pada babak kedua, menjadi senjata pamungkas Sriwijaya FC dengan menciptakan sebuah assist berbuah gol untuk striker Airlangga Sucipto pada menit 72. Laga ini dimenangkan SFC dengan skor 2-0.

Baca Juga:

Persita Tangerang Tutup Paruh Pertama Musim dengan Hasil Imbang

PSIM Jogja Siap Buat Kejutan dalam Perekrutan Pemain untuk Putaran Kedua

Aksi kedua Siswanto berlanjut saat Sriwijaya FC menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (28/7/2019) sore. Umpan Siswanto menit ke-53 dari sektor sayap berhasil dimanfaatkan Ahmad Ihwan untuk menjebol gawang Persiraja. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Terakhir, Siswanto memberikan umpan saat Sriwijaya FC bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah PSMS Medan di Stadion Teladan, Kamis (1/8/2019). Umpan sepak pojok di menit 55 berhasil diteruskan Ahmad Ihwan untuk menjebol gawang PSMS Medan.

“Bagi saya tidak masalah siapa yang cetak gol, yang paling penting SFC menang dan bisa lolos ke Liga 1 musim depan,” ujar Siswanto.

Mantan pemain Persiba Balikpapan itu mengaku, belum ada kesempatan bagi dirinya untuk mencetak gol. Karena itu, dia lebih memilih melepaskan umpan kepada rekannya.

“Kalau ada kesempatan pasti ingin cetak gol juga, tapi paling penting adalah kemenangan tim. Biasanya, habis latihan, saya juga berlatih sendiri melepaskan umpan untuk memanjakan kawan-kawan untuk mencetak gol,” tambahnya.

Siswanto juga tidak mempersoalkan keputusan pelatih Kas Hartadi, yang lebih sering menurunkan dirinya di babak kedua ketimbang masuk daftar starting eleven.

“Semua pemain pasti ingin masuk starting eleven, tapi pelatih yang menentukan. Kemudian, kemarin saya juga sempat mengalami cedera sehingga butuh waktu untuk pemulihan,” pungkas Siswanto. (Laporan Kontributor Dzakira/Palembang)