BolaSkor.com - Keputusan PSSI memberikan izin kompetisi Liga 3 disambut baik oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. Salah satunya Asprov Jawa Timur yang langsung bergerak.

Selain mengecek kesiapan klub peserta, verifikasi stadion adalah langkah selanjutnya yang dilakukan. Selain itu, hal lain yang diperiksa adalah kesiapan kota tersebut menggelar pertandingan.

Asprov PSSI Jatim memang telah terbiasa menggunakan sistem home tournament dalam menggulirkan Liga 3. Hanya fase semifinal dan final yang digelar di tempat netral.

"Teknis kerja seperti belum ada koordinasi yang detail. Tetapi Asprov bersama-sama dengan Pemkot Surabaya tetep mempersiapkan venue pertandintan dan beberapa lapangan latihan," ungkap sekretaris Asprov Jatim, Amir Burhanuddin.

Baca Juga:

Regulasi Pemain U-20 di Mata Pelatih Persik Kediri Joko Susilo

Sambut Keputusan PSSI, Gelandang Persebaya Asal Australia Tak Sabar untuk Kembali

"Kami juga siapkan tentang kesiapan kota tuan rumahnya mengenai hotelnya, traffic dan lain-lain. Kami selalu siapkan dan sudah kami laporkan secara intens ke pusat. Kalau nanti ada sinergi dengan pemerintah (Kemenpora) kami tinggal menyesuaikan."

Pria asal Tuban tersebut juga menyebut ada kelonggaran bagi klub Liga 3 yang menolak melanjutkan kompetisi. Pandemi Covid-19 memang mengubah banyak hal.

"Memang diberikan kelonggaran. Klub itu dalam situasi normal diberikan kelonggaran ikut atau tidak. Tapi tidak boleh tidak ikut selama dua kali berturut-turut. Sehingga pada situasi ini kelonggaran itu pasti ada," imbuhnya.

Terakhir, Amir menyebut segala keputusan akan ditentukan oleh rapat exco Asprov Jatim besok, Jumat (9/7) siang. Terlebih situasi Jatim tengah dalam kondisi memprihatinkan setelah memuncaki kasus tertinggi positif Corona.

"Salah satu agenda soal kompetisi. Kami sudah siapkan beberapa kemungkinan, termasuk setiap hari kami memantau perkembangan laporan gugus COVID-19 Jatim," jelasnya.

"Kami juga sudah terima edaran dari Koni Jatim. Semua akan jadi pertimbangan. Kami akan memutuskan jalan atau tidak. Jika jalan kami akan siapkan teknisnya. Tetapi kami masih menunggu perkembangan tentang pandemi ini." (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)