BolaSkor.com - Duel Paris Saint-Germain (PSG) kontra Olympique Lyon pada lanjutan Ligue 1 2021-2022 pada akhir pekan lalu menyisakan cerita menarik. Lionel Messi terbukti tidak diperlakukan seperti Alien di Les Parisiens.

Messi datang ke PSG dengan status bebas transfer pada musim panas kemarin. Barcelona gagal memperpanjang kapten sekaligus bintang utamanya karena terkendala dengan regulasi LaLiga terkait batasan beban gaji.

PSG memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada Messi. La Pulga juga langsung merebut status pemain bergaji tertinggi di raksasa Prancis tersebut.

Baca Juga:

Lionel Messi Frustrasi setelah Diganti, Pochettino Angkat Bicara

Awal Musim 2021-2022: Cristiano Ronaldo 4-0 Lionel Messi

Nilai Gaji Lionel Messi di PSG Bocor, Tembus Rp1,84 Triliun

Neymar dan Lionel Messi

Hal ini bisa dimaklumi karena Messi diakui sebagai salah satu pesepak bola terbaik di dunia. Kualitasnya sedikit di atas bintang-bintang lawas PSG termasuk Neymar dan Kylian Mbappe.

Namun keistimewaan yang diberikan PSG kepada Messi tampaknya hanya sampai di situ. Selebihnya, ia diperlakukan sama dengan pemain lain.

Laga kontra Lyon di Parc des Princes, Senin (20/9) dini hari WIB, menjadi buktinya. Ada dua momen dalam pertandingan tersebut yang memberi bukti bahwa Messi bukan pemain yang tak tersentuh.

Momen pertama tentu saat PSG dihadiahi penalti pada menit ke-63. Neymar dilanggar di kotak terlarang oleh bek Lyon, Malo Gusto.

Jika mendapat keistimewaan, Messi harusnya dipercaya menjadi eksekutor penalti. Ia sudah mengemban tanggung jawab itu dalam waktu lama di Barcelona dan Timnas Argentina.

Apalagi saat itu PSG tengah tertinggal 0-1 dari Lyon. Sebuah momen yang membutuhkan ketenangan seorang eksekutor penalti andal untuk menuntaskannya dengan baik.

Namun Messi tidak mendapat kesempatan itu. Eksekusi penalti dilakukan Neymar dan untungnya sukses.

Neymar memang merupakan salah satu eksekutor penalti utama PSG. Namun ia hanya menjadi deputi Messi saat masih memperkuat Barcelona.

Momen kedua tentu saat Messi ditarik keluar pada menit ke-76. Saat itu papan skor masih imbang 1-1.

Sudah lama rasanya melihat Messi ditarik keluar saat timnya belum menang. Apalagi ia tidak mengalami cedera.

Messi memang kerap menunjukkan daya magis untuk membawa timnya menang. Tak jarang ia yang mencetak gol penentu kemenangan.

Wajar jika kemudian Messi terlihat tidak senang dengan keputusan sang pelatih, Mauricio Pochettino. Hal ini dengan cepat memunculkan rumor memburuknya hubungan antara kedua sosok yang berasal dari Argentina tersebut.

Dua momen ini tentu mempengaruhi psikologis Messi. Ia mungkin mulai merindukan masa-masa indahnya saat menjadi andalan Barcelona.

Hal ini bisa membuat Messi mulai merasa tidak nyaman di PSG. Bukan tidak mungkin hubungannya dengan Pochettino akan semakin memburuk.

Namun hal ini juga bisa menjadi momentum kebangkitan Messi. Ia akan termotivasi untuk tampil lebih baik dan membuktikan kualitas sebenarnya.

Menarik melihat kelanjutan kisah Messi di PSG. Bukan tidak mungkin pemain berusia 34 tahun itu pergi kembali sebelum kontraknya berakhir.