BolaSkor.com - Lionel Messi sudah punya jagoannya sendiri untuk memenangi Ballon d'Or 2021. Ia sudah menentukan pilihannya dari 30 nama yang masuk nominasi.

France Football selaku penyelenggara Ballon d'or baru saja merilis 30 nama yang termasuk dalam daftar kandidat pemenang. Namun persaingan diprediksi akan mengerucut ke beberapa nama saja.

Messi sendiri menjadi salah satu kandidat yang difavoritkan untuk memenangi penghargaan ini. Pesaing utamanya adalah Jorginho, Robert Lewandowski, Kevin De Bruyne, hingga N'Golo Kante.

Baca Juga:

Lionel Messi Beberkan Proses Kepindahannya Ke PSG

Cetak Gol Perdana, Lionel Messi Baru Pemanasan

Barcelona Terpuruk, Messi Dituduh Tak Tahu Balas Budi

Lionel Messi, Neymar, Kylian Mbappe

Sebagai kapten Timnas Argentina, Messi memiliki hak suara untuk menentukan pemenang Ballon d'Or. Ia setidaknya harus menentukan tiga nama dan tidak boleh menulis dirinya sendiri.

Messi tak merasa kesulitan untuk menentukan pilihannya. Ia mengaku akan memilih rekan setimnya di Paris Saint-Germain (PSG).

"Jelas, saya akan memilih dua pemain dari tim saya, Ney (Neymar) dan Kylian (Mbappe)," kata Messi kepada L'Equipe.

Neymar dan Mbappe memang turut masuk dalam daftar nominasi Ballon d'Or 2021 bersama Messi. PSG juga mengirim satu nama lagi yaitu Gianluigi Donnarumma.

Meski begitu, Messi belum pasti memasukkan nama Donnarumma ke dalam pilihannya. Ia masih memperhitungkan sepak terjang para pemain dari klub lain.

"Ada pemain di level individu yang memiliki musim yang hebat, seperti Lewandowski dan Benzema. Namun sulit untuk mengatakannya karena apa yang telah Anda lakukan di level kolektif sangat berarti untuk memenangkan Bola Emas," tambahnya.

"Dulu pemain terbaik tahun ini yang memenangkan penghargaan, tetapi sekarang dia yang mengumpulkan gelar paling banyak. Mencapai banyak pencapaian punya banyak bobot dalam penghargaan ini."

Pemilihan pesepak bola terbaik dunia memang sangat subjektif. Setiap orang punya sudut pandang tersendiri terkait hal ini.

Tak heran jika kesuksesan seorang pemain dalam mempersembahkan gelar juara untuk klubnya menjadi tolak ukur paling mudah untuk menentukan yang terbaik. Padahal secara individu, mungkin ada pemain yang lebih baik.