BolaSkor.com - Kesuksesan Manchester United mendatangkan Lisandro Martinez tidak hanya disambut dengan antusiasme tinggi. Sebuah tren buruk juga menghantui pemain berkebangsaan Argentina tersebut.

Manchester United memboyong Martinez dari Ajax Amsterdam dengan biaya sekitar 55 juta euro. Ia menjadi rekrutan ketika Erik ten Hag setelah Tyrell Malacia dan Christian Eriksen.

Hadirnya Martinez diyakini akan membuat solid lini pertahanan Manchester United. Pemain berusia 24 tahun itu memang bisa memainkan peran sebagai bek tengah, bek sayap, dan gelandang bertahan.

Baca Juga:

Manchester United Resmikan Rekrutan Ketiga, Lisandro Martinez

Rekrutan Anyar Manchester United, Lisandro Martinez Seorang Petarung

Penyerang Tersulit yang Pernah Dihadapi Lisandro Martinez

Ten Hag tentu juga sudah mengetahui kualitas Martinez karena pernah melatihnya di Ajax. Apalagi bukan Manchester United saja yang berminat memakai jasanya.

Menariknya, Martinez kini menjadi pemain asal Argentina ketujuh yang pernah dan masih memperkuat Manchester United. Menariknya, rapor penggawa Tim Tango tak terlalu cemerlang di Old Trafford.

BolaSkor.com telah merangkum rekam jejak pemain Argentina di Manchester United. Berikut ini rinciannya:

Juan Sebastian Veron

Juan Sebastian Veron bisa dibilang menjadi pembuka gerbang kehadiran pemain Argentina di Manchester United. Ia tiba pada musim panas 2001 usai didatangkan dari Lazio dengan harga mencapai 28,1 juta poundsterling.

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Veron. Itu setelah dirinya sukses menjadi bintang di Serie A bersama Lazio.

Sayangnya Veron tak pernah menunjukkan potensi maksimalnya dengan seragam Manchester United. Ia bahkan dijual ke Chelsea dua musim berselang dengan harga sekitar 15 juta poundsterling.


Gabriel Heinze



Setahun setelah Veron pergi, Manchester United kembali mendatangkan pemain asal Argentina. Sosok yang dimaksud adalah Gabriel Heinze.

Kehadiran Heinze bertujuan untuk memperkuat lini pertahanan. Ia diboyong dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan biaya sekitar 6,9 juta poundsterling.

Heinze tampil sangat baik pada musim perdana. Namun serangkaian cedera membuatnya mulai kehilangan tempat di skuat utama.

Nasib Heinze kian tak menentu usai terlibat konflik dengan Sir Alex Ferguson. Manchester United kemudian menjualnya ke Real Madrid dengan harga 8 juta poundsterling pada musim panas 2007.


Carlos Tevez

Carlos Tevez sempat begitu dicintai oleh suporter Manchester United. Padahal ia hanya berstatus pinjaman saat dikontrak pada musim panas 2007.

Tevez dengan cepat menjadi andalan lini depan Manchester United. Ia bahkan membentuk trio mematikan bersama Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney.

Tevez bahkan menjadi salah satu kunci kesuksesan Manchester United meraih gelar Liga Champions di akhir musim. Sayangnya setelah itu hubungan kedua pihak justru memburuk.

Semusim berselang, Tevez tetap tampil maksimal seperti sebelumnya. Namun Manchester United enggan mempermanenkan statusnya karena dianggap terlalu mahal.

Tevez kemudian justru pindah ke Manchester City yang notabene rival sekota Manchester United. Statusnya resmi berubah sebagai pengkhianat setelah mengangkat sebuah poster bertuliskan RIP Fergie saat merayakan gelar juara Premier League 2012.


Angel Di Maria

Angel Di Maria bisa dibilang menjadi pemain asal Argentina paling mengecewakan yang pernah dimiliki Manchester United. Ia hanya bertahan selama satu musim.

Manchester United mendatangkan Di Maria dari Real Madrid dengan biaya sekitar 59 juta poundsterling pada musim panas 2014. Ia diharapkan menjadi pemimpin era baru Setan Merah di bawah asuhan Louis van Gaal.

Di Maria awalnya tampil gemilang. Namun secara perlahan performanya mulai menurun.

Di Maria bahkan mengajukan permintaan transfer sebelum musim 2014-2015 berakhir. Ia mengaku tak nyaman tinggal di Inggris karena alasan keluarga.


Marcos Rojo

Marcos Rojo datang pada bursa transfer yang sama dengan Angel Di Maria. Ia menjadi buruan banyak klub usai mengantar Timnas Argentina ke final Piala Dunia 2014.

Namun seperti pemain Argentina sebelumnya, Rojo gagal menjawab ekspektasi tinggi di Manchester United. Rentetan cedera juga membuat performanya menurun hingga kehilangan tempat di skuat utama.

Rojo mampu bertahan cukup lama di Manchester United. Ia baru pergi pada Januari 2020 ketika dipinjamkan ke Estudiantes hingga akhirnya dijual permanen ke Boca Juniors.


Sergio Romero

Sergio Romero menjadi kiper asal Argentina pertama yang memperkuat Manchester United. Ia didatangkan dari Sampdoria pada musim panas 2015.

Romero awalnya diproyeksikan sebagai pengganti David De Gea. Nama terakhir memang sempat ngebet pindah ke Real Madrid.

Namun pada akhirnya De Gea batal pindah. Romero pun sejak saat itu harus puas berperan sebagai kiper kedua.

Romero bertahan di Manchester United hingga tahun 2021. Meski berstatus pelapis, ia masih mampu mencatatkan 61 penampilan.


Alejandro Garnacho

Alejandro Garnacho menjadi pemain Argentina terakhir sebelum Martinez yang dimiliki Manchester United. Namun latar belakangnya sedikit berbeda.

Garnacho meniti karier di Manchester United lewat akademi. Ia diboyong dari tim junior Atletico Madrid pada musim panas 2020.

Menariknya, Garnacho ketika itu masih menggunakan paspor Spanyol. Ia bahkan disebut-sebut sebagai penyerang masa depan La Furia Roja.

Namun pada Maret 2022, Garnacho mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Argentina. Ia memang berpeluang membela Tim Tango karena sang ibu berasal dari sana.

Uniknya, Garnacho ketika itu belum melakoni debut bersama tim utama Manchester United. Tak heran jika Timnas Argentina dituduh hanya mencegahnya memperkuat Timnas Spanyol di masa depan.

Sama seperti Martinez, Garnacho masih punya peluang memperbaiki tren buruk pemain asal Argentina di Manchester United. Namun ia harus lebih dulu mencuri hati Ten Hag demi mendapat kesempatan bermain yang lebih banyak.