BolaSkor.com - Rivalitas antara Manchester City dan Liverpool dengan cepat menjelma menjadi persaingan antara dua manajer terbaik di Premier League saat ini, Pep Guardiola dan Jurgen Klopp.

Selama kurang lebih tiga tahun, Klopp dan Guardiola bisa menjaga persaingan mereka secara beradab dan berkelas. Keduanya masih bisa saling menghormati satu sama lain. Hal ini berbeda dengan persaingan Guardiola dengan Jose Mourinho.

Akan tetapi, komentar menyerang yang dikeluarkan Pep Guardiola kepada Sadio Mane tampaknya mengubah semuanya. Kedua pihak pun saling melemparkan sindiran panas. Mendengar komentar Guardiola soal Mane yang disebutnya "tukang diving", Klopp membalas dengan menyentil "taktik kotor" Guardiola terkait dengan tactical foul.

Baca Juga:

Beda dengan Ed Woodward di Manchester United, CEO Liverpool Tak Campur Tangan soal Transfer Pemain

Nostalgia - Paul Ince, Pahlawan Terlupakan Manchester United yang Pernah Membelot ke Liverpool

Seberapa panas rivalitas, seperti persaingan dengan Mourinho, Guardiola masih ada di atas Klopp. Memang dalam hal head to head Guardiola dan Klopp memiliki rekor sama kuat. Dalam enam pertemuan terakhir, keduanya berbagi dua kemenangan dan dua imbang sejak Guardiola menjadi manajer City pada 2016.

Bagi Klopp dan Liverpool, mereka berhasil meraih kemenangan di dua leg perempat final Liga Champions musim lalu. Catatan yang membuat kubu Liverpool merasa Klopp ada di atas Guardiola.

Sebaliknya, kubu Manchester City sudah pasti berpendapat catatan pertemuan tidak otomatis menjadi penentu juara. Ya, dalam soal koleksi trofi, Guardiola belum tertandingi oleh Klopp yang sudah datang ke Premier League 30 laga lebih awal.

Klopp mulai bertugas di Liverpool pada Oktober 2015. Sedangkan Guardiola mengambil alih kursi pelatih City musim berikutnya. Hingga kini, Klopp sudah memimpin Liverpool dalam 155 laga Premier League, sedangkan Guardiola 125. Uniknya, kedua manajer saat ini sama-sama sudah meraih 95 kemenangan.

Artinya Klopp memiliki catatan rasio kemenangan 61 persen. Catatan yang luar biasa, bahkan terbaik dalam sejarah Liverpool. Akan tetapi itu semua masih jauh di bawah catatan rasio kemenangan Guardiola yang mencapai 76,6 persen.

Guardiola kembali unggul dalam hal kekalahan. Eks pelatih Barcelona tercatat menelan 14 kekalahan bersama City di Premier League. Sedangkan Klopp mencatat 20 kekalahan. Dalam urusan mencetak gol, lagi-lagi Guardiola unggul dengan 331 gol. Bandingkan dengan Klopp dengan 315 gol meski dengan 30 laga lebih banyak.

Guardiola juga unggul jika menjadi pelatih terbaik bulanan sebagai parameter. Untuk yang satu ini, Guardiola sudah tujuh kali menerima penghargaan pelatih terbaik bulanan, sedangkan Klopp baru meraih lima.

Selain itu tentu saja pendukung Man City akan mengangkat soal sukses Guardiola meraih trofi. Ya, Guardiola sudah berhasil meraih dua trofi Premier League dalam tiga musim menangani City, sedangkan Klopp belum pernah.

Klopp baru bisa meraih trofi utama ketika membawa Liverpool menjadi juara Liga Champions musim lalu, yang disusul Piala Super Eropa. Berbeda dengan Guardiola. Meski gagal meraih trofi di musim pertama di City, Guardiola kemudian berhasil merebut dua Piala Liga, satu Piala FA, dua Community Shield, dan dua Premier League.

Tentu saja semua catatan itu semata ada di atas kertas dan sama sekali tidak berpengaruh pada hasil ketika kedua manajer beradu taktik di Stadion Anfield, Minggu (10/11) malam WIB. Namun satu hal yang pasti, Guardiola sudah membuktikan dirinya sebagai manajer juara, hal yang masih harus dibuktikan Klopp.