BolaSkor.com - Mantan pelatih Bayern Munchen dan Manchester United, Louis van Gaal, mengkritisi kapasitas Pep Guardiola, manajer Manchester City, dalam upaya untuk memenangi Liga Champions. Hal itu juga berlaku ketika Guardiola melatih Bayern.

Pelatih berusia 48 tahun memang berhasil menyapu bersih titel domestik selama enam tahun melatih Bayern (2013-2016) dan Man City (2016 sampai saat ini). Cara kedua klub meraihnya juga apik: bermain ofensif dan menghibur penonton ala Guardiola.

Kendati demikian tanpa Lionel Messi dan skuat emas Barcelona pada medio 2008-2011, Guardiola kesulitan meraih titel Liga Champions yang terakhir diraih pada 2011. Selalu ada ganjalan yang mencegah timnya melaju - setidaknya - hingga ke final.

Baca Juga:

Belum Menang Liga Champions, Pep Guardiola Disindir Mantan Manajer Manchester United

6 Rekor Premier League yang Dapat Dipecahkan Manchester City Jelang Musim 2019-20

Rodri, Suksesor Fernandinho dan Sergio Busquet-nya Pep Guardiola di Manchester City

Pep Guardiola

Van Gaal memuji gaya main yang diterapkan Guardiola dan sukses di level liga. Tapi, lelaki asal Belanda tetap mengkritisi kapasitas Guardiola dalam menjuarai Liga Champions.

"Memenangi Premier League untuk kedua kali (beruntun) sangat hebat. Guardiola memenangi segalanya yang bisa dimenangi, tapi di level tertinggi di Liga Champions, dia tidak memenanginya dengan City atau Bayern," tutur Van Gaal di AS.

Menyamakan Guardiola dengan Erik ten Hag, pelatih Ajax Amsterdam, Van Gaal menilai gaya main ofensif dan menghibur bukanlah jaminan juara di Liga Champions. Secara tidak langsung, Van Gaal meminta kepada kedua pelatih itu untuk menyiapkan rencana alternatif.

"Inilah konsekuensinya saat Anda terlalu khawatir dengan gaya bermain Anda dan tidak cukup memerhatikan lawan. Anda harus menghargai rival Anda," tambah Van Gaal.

"Guardiola dan Ten Hag memiliki banyak kualitas dibandingkan dengan rival mereka, tapi ini tidak berlaku di Liga Champions," tegas lelaki berusia 67 tahun tersebut.