BolaSkor.com - Sistem pinjam meminjam pemain Chelsea sudah terkenal seantero dunia. Saking banyaknya pemain pinjaman mereka di klub-klub lain ada julukan yang tersemat kepada Chelsea sekaligus jadi sindiran: Loan Army atau artinya tentara pinjaman.

Saat ini saja ada 29 pemain Chelsea yang dipinjamkan ke klub lain. Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah: Michy Batshuayi (Crystal Palace), Ross Barkley (Aston Villa), Ruben Loftus-Cheek (Fulham), Tiemoue Bakayoko (Napoli), dan Malang Sarr (Porto).

Di antara mereka ada satu pemain yang mengutarakan perasaannya secara blak-blakan, dia adalah Lucas Piazon. Penyerang sayap asal Brasil sudah berada di Chelsea sejak 2012 namun sudah tujuh kali dipinjamkan ke klub lain.

Pemain Chelsea bak status bagi Piazon yang pernah dipinjamkan ke Malaga, Vitesse Arnhem, Eintracht Frankfurt, Reading, Fulham, Chievo Verona, dan saat ini di Portugal bersama Rio Ave. Usianya kini berumur 26 tahun.

Baca Juga:

Rangkuman Transfer Lengkap Premier League 2020-2021

Takut Diamuk Fans Chelsea, Antonio Rudiger Batal Hengkang ke Tottenham Hotspur

Rekrutan Krusial Chelsea Itu Bernama Anthony Barry

Lucas Piazon

Piazon menjadi 'korban' kebijakan pemain pinjaman Chelsea. Dia sempat berharap masih punya kans bersaing di tim utama Chelsea, tetapi pada akhirnya Piazon mulai menyadari menjadi bagian dari bisnis Chelsea yang ingin meraup untung dari penjualan pemain pinjaman.

"Setelah ada di poin tertentu, koneksi tidak lagi menguntungkan bagi kedua belah pihak," ucap Lucas Piazon kepada Maisfutebol.

"Awalnya, saya merasa sangat baik. Saya bermain di tim U-23, bergabung dengan tim utama dan, bahkan di peminjaman pertama, saya merasa Chelsea memiliki ekspektasi dan minat kepada saya."

"Saya yakin saya bisa kembali dan memiliki peluang kapan saja (bersaing di tim utama). Kemudian, seiring berjalannya waktu, saya hanya menjadi bisnis lain bagi mereka."

"Mereka mengirim saya dengan status pinjaman dengan harapan bisa menjual saya dan menghasilkan uang dengan penjualan saya. Saya pikir itu kurang lebih sepertinya yang mereka pikirkan," urai Piazon.