BolaSkor.com - Ayah Luka Jovic, Milan Jovic, menyadari anaknya telah melakukan kesalahan dengan kabur dari masa karantina di Spanyol. Untuk itu, ia tidak akan menolak bisa sang anak dijatuhi hukuman penjara.

Luka Jovic menjadi sorotan bukan karena prestasinya di lapangan. Eks Eintracht Frankfurt itu kabur dari tempat isolasi Real Madrid untuk menuju Serbia merayakan ulang tahun kekasihnya.

Baca Juga:

Mengenang Lorenzo Sanz, Presiden La Septima yang Mengubah Sejarah Real Madrid

4 Pemain yang Jadi Fondasi Kebangkitan Real Madrid di Era Lorenzo Sanz

Eks Presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz Meninggal Dunia karena Virus Corona

Luka Jovic

Keputusan nekat tersebut banyak mengundang kecaman. Bahkan, perdana menteri Serbia memberikan perhatian khusus soal aksi sang pemain. Berdasarkan peraturan yang berlaku, Jovic berpeluang dipenjara.

"Luka Jovic telah melakoni dua tes dan hasilnya negatif. Itu adalah mengapa dia berpikir bisa pulang ke Serbia," terang Milan Jovic seperti diwartakan Marca.

"Sekarang, dia sudah seperti seorang kriminal besar. Jika dia harus dipenjara, silakan," tegas sang ayah.

"Saya sangat sepakat dengan presiden dan perdana menteri Serbia. Namun, itu hanya jika dia memang benar-benar bersalah. Saya akan mendukung tersebut jika dia melakukan kesalahan. Akan tetapi, sejak tiba di Belgrade, dia langsung tinggal di rumah."

Milan Jovic menyadari ada beberapa berita yang menyudutkan anaknya. "Beberapa foto yang muncul memperlihatkan keduanya bersenang-senang. Namun, itu waktu mereka di Spanyol," ujarnya.

Luka Jovic masih kesulitan menunjukkan ketajamannya di Real Madrid. Penyerang 22 tahun itu baru mengkreasikan dua gol dan dua assist pada musim ini.