BolaSkor.com - Bersama Belgia dan Uruguay, Kroasia merupakan satu dari tiga tim yang melalui fase grup Piala Dunia dengan rekor bersih sapu kemenangan. Kroasia lolos ke-16 besar sebagai pemuncak klasemen grup D yang berisikan Argentina, Nigeria, dan Islandia.

Keberhasilan Kroasia lolos ke fase gugur tidak lepas dari kolektivitas skuat yang diarsiteki Zlatko Dalic. Kolektivitas itu dikombinasikan dengan kualitas individu di atas rata-rata yang dimiliki beberapa pemain di dalam tim, seperti: Ivan Rakitic, Ivan Perisic, Mario Mandzukic, dan Luka Modric.

Nama yang disebut terakhir merupakan kapten sekaligus gelandang andalan di lini tengah Kroasia. Bersama Rakitic, Modric menjadi 'bos' di lini kedua Kroasia saat melawan Argentina di grup D dengan kemampuan keduanya untuk membantu pertahanan, visi bermain, serta membangun serangan - Argentina kalah telak 0-3.

Modric, 32 tahun, sudah mengemas 109 caps dan 14 gol untuk Kroasia sejak dipanggil masuk skuat pada tahun 2006. Piala Dunia 2018 bisa jadi yang terakhir bagi gelandang Real Madrid itu. Dia sudah meraih segala kesuksesan bersama Madrid, namun, belum melakukannya dengan Kroasia.

Bermodalkan pengalaman, kualitas bermain Modric, serta skuat Kroasia yang disebut terbaik saat ini dan dibandingkan dengan generasi emas Kroasia di era 90-an - berisikan Zvonimir Boban, Dario Simic, Slaven Bilic, Davor Suker, Kroasia berpeluang besar meraih titel Piala Dunia 2018 sebagai tim kuda hitam.

"Saya tidak tahu apakah ini (Piala Dunia 2018) akan jadi kompetisi terakhir bagi kami, kami akan melihatnya lagi. Tapi, dalam kasus apapun, kami ingin terus melanjutkan permainan yang telah kami tampilkan sejauh ini. Atmosfer di dalam tim hebat," ucap Rakitic.

"Kami bertarung satu sama lain dan inilah kekuatan kami. Kami ingin terus melanjutkannya. Tentu saja, laga melawan Denmark (di 16 besar) ada di depan kami. Kami akan melangkah perlahan. Jika kami pada akhirnya mampu meraih trofi, kami pensiun di level internasional dengan bahagia."

Sosok Modric yang sudah mencetak satu gol indah ke gawang Argentina akan menjadi tumpuan bagi Kroasia. Julukan "Penyihir dari Kroasia" yang disematkan kepadanya bukan sekedar julukan biasa, merujuk kepada permainannya yang hebat dan seolah, menipu lawan dengan pergerakannya. Legenda Kroasia, Robert Prosinecki, sampai menyebutnya sebagai pemain terhebat sepanjang masa Kroasia.

"Saya sepenuhnya setuju dengannya (pendapat Prosinecki soal Modrid). Tidak hanya Luka pemain terbaik, tapi juga orang yang hebat, seorang pemimpin dan kami semua mengikutinya," imbuh Rakitic, dilansir dari AS, Sabtu (30/6).

Dalam skuat Kroasia saat ini, Modric dan Rakitic adalah dua pemain paling berpengalaman dan sukses dari segi raihan trofi. Andai mereka sukses lolos dari hadangan Denmark, maka ada potensi Kroasia akan bertemu dengan Spanyol - yang bertemu Rusia di 16 besar.

Jika itu benar terjadi, maka duel antara dua maestro, Modric dengan Andres Iniesta, tidak akan terelakkan. Rakitic, mantan rekan setim Iniesta di Barcelona, menyamakan Modric dengan Iniesta sebagai dua gelandang terbaik yang 'berasal dari luar bumi'.

"Sangat sulit membandingkan keduanya (Iniesta dan Modric). Sepertinya kedua pemain itu berasal dari planet berbeda dan mereka datang bermain sepak bola dengan kami, para manusia di sini. Keduanya merupakan pemain-pemain terbaik di posisinya," tambah Rakitic.

"Mereka berdua sudah saya anggap lebih dari sekedar rekan setim. Andres salah satu teman terbaik saya dan saya melihat Luka sebagai saudara tertua," lanjutnya.

Pertandingan antara Kroasia kontra Denmark berlangsung Senin, 2 Juli 2018 pukul 01.00 dini hari WIB. Sementara Spanyol akan melawan tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia, pada Minggu, 1 Juli 2018 pukul 21.00 malam WIB.