BolaSkor.com - Romelu Lukaku resmi kembali menjadi milik Chelsea pada musim panas ini. Ia melanjutkan tren kepulangan pemain bintang ke klub lamanya.

Chelsea baru saja mengumumkan transfer Lukaku. Penyerang berkebangsaan Belgia itu diboyong dari Inter Milan dengan harga sekitar 115 juta euro.

Lukaku bukan nama asing bagi Chelsea. Yang bersangkutan sudah pernah membela The Blues pada periode 2011 sampai 2014.

Baca Juga:

Chelsea Resmi Pulangkan Romelu Lukaku

Comeback ke Premier League, Lukaku Bakal Bungkam Haters dari Fans Man United

Romelu Lukaku dan 4 Bintang yang Meninggalkan Serie A pada 2021

Ketika itu, Chelsea memboyong Lukaku dari Anderlecht dengan biaya mencapai 15 juta euro. Dana tersebut cukup besar untuk pemain berusia 18 tahun.

Namun hal itu menunjukkan kepercayaan Chelsea terkait bakat Lukaku. Sang pemain memang sudah bertubuh tinggi kekar sejak muda.

Namun Lukaku gagal bersinar di Chelsea. Pada musim perdana, ia kalah bersaing dengan nama-nama seperti Didier Drogba, Daniel Sturridge, dan Fernando Torres yang datang pada musim dingin.

Satu musim berselang, Chelsea memilih meminjamkan Lukaku ke West Bromwich Albion demi mendapatkan menit bermain. Ia mampu membukukan 17 gol dan tujuh assist dari 38 laga bersama The Baggies.

Namun catatan tersebut belum cukup membuat Chelsea berani menjadikannya sebagai ujung tombak andalan. Semusim berselang, Lukaku justru dipinjamkan lagi ke Everton sampai akhirnya dipermanenkan.

Lukaku kemudian melanjutkan petualangannya dengan pindah ke Manchester United pada musim panas 2017. Sayang, ia kurang bersinar di Old Trafford sehingga dijual ke Inter Milan dua tahun berselang.

Bersama Inter, Lukaku menjelma menjadi salah satu penyerang yang disegani. Ketajamannya menjadi kunci Nerazzurri menghentikan dominasi Juventus di Serie A.

Performa apik bersama Inter juga yang membuat Chelsea tergoda memulangkan Lukaku. Thomas Tuchel membutuhkannya untuk melanjutkan tren positif klub asal London tersebut.

Lukaku bukan pemain bintang pertama yang kembali ke klub lamanya. Beberapa nama besar lain juga melakukan hal serupa di masa lalu. Berikut ini lima di antaranya:


1. Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko sempat membuat fans AC Milan marah ketika memilih hengkang ke Chelsea pada musim panas 2006. Padahal saat itu ia berstatus sebagai bomber utama Rossoneri.

Chelsea harus memecahkan rekor transfer klub Inggris untuk mendapatkan Shevchenko. The Blues membelinya dengan harga sekitar 30 juta poundsterling.

Namun karier Shevchenko menurun drastis di Chelsea. Ia gagal tampil tajam seperti yang diperlihatkannya bersama Milan.

Setelah dua musim tampil melempem, Chelsea memulangkan Shevchenko ke Milan dengan status pinjaman pada musim panas 2008. Sayang comeback tersebut juga tak banyak membantu meningkatkan performanya.

Shevchenko hanya mencetak dua gol dari 26 penampilan sepanjang musim 2008-2009. Performa mengecewakan tersebut membuat Milan enggan mempermanenkan statusnya.


2. Thierry Henry

Thierry Henry menjadi mesin gol utama Arsenal pada awal dekade 2000-an. Ia bahkan diakui sebagai salah satu penyerang terbaik dunia saat itu.

Namun Henry rela meninggalkan status sebagai raja gol Arsenal demi bergabung ke Barcelona pada musim panas 2007. Trofi Liga Champions menjadi salah satu alasan dibalik keputusan ini.

Bersama Barcelona, Henry hanya butuh dua musim untuk mewujudkan ambisinya tersebut. Blaugrana mampu menjuarai Liga Champions 2009 setelah di final menaklukkan Manchester United.

Kebersamaan Henry dan Barcelona hanya bertahan selama tiga musim. Setelah itu, pemain berkebangsaan Prancis itu hijrah ke Major League Soccer (MLS) untuk memperkuat New York Red Bulls.

Pada Januari 2012, Henry membuat keputusan mengejutkan. Ia Kembali ke Arsenal dengan status pinjaman selama dua bulan.

Comeback Henry tentu disambut gembira oleh fans Arsenal. Apalagi ia langsung mencetak gol pada laga debut ketika berhadapan dengan Leeds United di ajang Piala FA.

Meski berlangsung singkat, kehadiran Henry sedikit mengobati kerinduan fans Arsenal kepada dirinya. Ia juga mampu menutup comeback tersebut dengan sebuah gol.


3. Ricardo Kaka

Ricardo Kaka merupakan kunci AC Milan menjadi salah satu klub yang disegani di Eropa pada dekade 2000-an. Rival sekota Inter Milan itu dua kali ia antarkan ke final Liga Champions dan salah satunya berujung dengan gelar juara.

Namun Milan dan Kaka harus berpisah pada musim panas 2009 karena alasan finansial. Real Madrid memboyong gelandang berkebangsaan Brasil itu dengan harga sekitar 68, 5 juta euro.

Milan terpaksa menjual Milan demi menyelamatkan masa depan klub. Mereka memang mengalami krisis finansial saat itu.

Sayang karier Kaka secara perlahan meredup di Madrid. Sinarnya kalah terang dengan bintang-bintang lain termasuk Cristiano Ronaldo.

Kaka total bertahan di Madrid selama empat musim. Ia mampu menorehkan 29 gol dan 32 assist dari 120 penampilan.

Pada hari terakhir jendela transfer musim panas 2013, Milan mengumumkan kembalinya Kaka. Sang pemain didapatkan secara gratis.

Kembalinya Kaka menimbulkan antusiasme baru untuk fans Milan. Saat itu klub yang bermarkas di San Siro tersebut memang tengah menjalani masa-masa sulit.

Namun kehadiran Kaka nyatanya tak mampu mengangkat performa Milan secara keseluruhan. Mereka tetap gagal mendapatkan tiket untuk berlaga di Eropa pada akhir musim.


4. Fernando Torres

Fernando Torres merupakan produk asli akademi Atletico Madrid yang menjelma menjadi penyerang kelas dunia.

Torres dipromosikan ke tim senior Atletico pada 2001 ketika berusia 17 tahun. Saat itu Los Rojiblancos masih berlaga di divisi Segunda.

Ketajaman Torres muda sempat membuat Roman Abramovic tertarik memboyongnya ke Chelsea pada tahun 2003. Namun tawaran sebesar 28 juta poundsterling ditolak mentah-mentah oleh manajemen Atletico.

Torres akhirnya benar-benar pindah ke Inggris empat tahun kemudian. Ia dipinang Liverpool dengan harga yang tak disebutkan.

Bersama Liverpool, reputasi Torres sebagai bomber maut mulai diakui. Ia menjadi idola publik Anfield selama 3,5 musim masa pengabdiannya.

Namun performa Torres secara perlahan menurun sejak hengkang ke Chelsea pada Januari 2011. Kepindahannya juga memicu amarah fans Liverpool.

Produktivitas gol Torres menurun drastis sejak pindah ke Chelsea. Meski begitu, ia mampu meraih trofi Liga Champions yang begitu didambakannya.

Setelah tak banyak berkembang, Chelsea meminjamkan Torres ke AC Milan pada musim panas 2014. Setengah musim berjalan, Milan mengambil keputusan untuk mempermanenkan status sang penyerang.

Yang mengejutkan, Milan justru meminjamkannya ke Atletico Madrid tak lama setelah itu. Torres resmi comeback ke Vicente Calderon pada awal Januari 2015 dan bertahan hingga akhir musim 2017-2018.

5. Gareth Bale

Masa-masa buruk bersama Real Madrid membuat Gareth Bale memilih comeback ke klub yang membesarkan namanya. Ia dipinjamkan ke Tottenham Hotspur selama musim 2020-2021.

Nama Bale memang mulai dikenal publik sejak hengkang dari Southampton ke Tottenham pada tahun 2007. Kemampuannya juga meningkat pesat tiap musimnya.

Bale juga berevolusi dari seorang bek sayap menjadi seorang winger yang begitu ditakuti. Tak heran jika banyak klub besar yang tertarik kepadanya.

Namun Madrid menjadi klub beruntung yang bisa mendapatkannya. Ia dibeli dengan harga 100 juta euro pada musim panas 2013.

Bale mengawali kiprahnya di Madrid dengan gemilang. Ia membantu klub ibu kota Spanyol itu meraih trofi Liga Champions kesepuluh atau La Decima.

Karier Bale di Madrid mulai berubah menjadi mimpi buruk seiring kedatangan Zinedine Zidane. Kesempatan bermainnya secara perlahan mulai berkurang.

Puncaknya, Bale nyaris dijual ke klub China pada musim panas tahun lalu. Namun transfer itu pada akhirnya gagal terwujud.

Sayang peruntungan Bale tak banyak berubah setelahnya. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan sepanjang musim lalu.

Namun kini Bale telah kembali ke Madrid lagi. Tottenham mengambil keputusan untuk tak mempermanenkan statusnya meski sang pemain menorehkan 16 gol dan tiga assist dari 34 laga di semua kompetisi.