BolaSkor.com - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan menyoroti lini pertahanan anak asuhnya jelang kompetisi Liga 1 2021/2022. Hal ini diambil dari pertandingan uji coba kontra Putra Jombang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan, Kamis (24/6) sore.

Walaupun Laskar Sape Kerrap unggul 2-0 atas klub asal Liga 3 tersebut, pelatih asal Lampung tersebut mengaku tak terlalu puas. Dua gol kemenangan Madura United sendiri dicetak Slamet Nurcahyono pada menit ke 64, disusul gol bunuh diri pemain lawan yang salah mengantisipasi umpan silang Alfin Tuasalamony empat menit berselang.

Pria yang akrab disapa RD tersebut tampak kecewa dengan kesalahan elementer yang dilakukan barisan belakang di laga tersebut. Beberapa kali mereka kehilangan bola karena menganggap remeh lawannya.

"Mereka (pemain belakang) terlalu berani ambil resiko-resiko hilang bola di area pertahanan sendiri, seperti dribbling enggak penting. Harusnya main simple di bawah tapi semuanya masih mau menyusahkan diri sendiri," ungkapnya.

Meski tak menyangka hal tersebut masih dilakukan para pemainnya, mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut yakin hal tersebut tak akan menular di kompetisi nanti. Dirinya pun tak akan memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya.

Baca Juga:

Madura United Pantau Kebugaran Rafael Silva di Laga Uji Coba

Rafael Silva Terbantu Brasil Connection di Madura United

"Itu sesuatu yang menurut saya tidak terlalu sulit untuk diingatkan ke mereka. Saya sudah lama tidak melihat momen-momen itu tapi kali ini saya justru melihat pemain melakukannya," tambah pria yang akrab disapa RD tersebut.

Selain itu, pelatih berusia 54 tahun tersebut merasa banyak taktikal yang tak berjalan di lapangan. Lebih tepatnya tak berjalan secara konsisten selama 90 menit pertandingan.

"Kami memang mengatur tim untuk menunggu lawan di sepertiga tengah dan mencoba untuk (bermain) cepat dengan pass attack menyerang dengan cepat," jelas RD

"Tetapi babak pertama ada sekitar 20 menit kami bisa buat hal itu. Tetapi setelah itu kehilangan momentum, anak-anak jadi tidak berani ambil inisiatif kapan waktunya pressing, kapan menunggu jadi pemahaman taktik ini yang harus saya perjelas lagi sama mereka," tandasnya. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)