BolaSkor.com - Perkembangan kelanjutan Liga 1 tampaknya mengalami titik positif selepas pertemuan tatap muka pertama antara pihak klub, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI yang berlangsung pekan lalu. Selain beberapa klub sudah mulai luluh dengan regulasi tanpa degradasi, detail protokol kesehatan sudah mulai dibahas.

Madura United menjadi salah satu tim yang cukup vokal menanyakan hal tersebut. Terutama prosedur penanganan saat kompetisi berjalan bila ada pemain yang terbukti positif.

"Sebetulnya banyak materi yang dibahas saat manager meeting. Tapi fokus Madura jelas tentang protokol kesehatan. Jadi kalau pemain terdampak seperti apa?" ungkap direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu, Zia Ulhaq Abdurrahim.

Baca Juga:

Kontestan Liga 1 Dapat 11 Kali Swab Test Selama Satu Musim

Jaga Nilai Historis, Arema FC Mengajukan Diri sebagai Pengelola Stadion Gajayana

"Karantina di mana, siapa yang bertanggung jawab, keluarganya seperti apa, biayanya darimana itu semua sudah terjawab. Itu semua menjadi tanggungan PT. LIB."

Laskar sape kerrap menyebut bila mereka bukannya lari dari tanggung jawab karena meminta kepastian tersebut. Klub-klub sendiri mengaku ada beban moral saat menjalani kompetisi.

"Kami tidak mau yang menjadi tanggung jawab moral kami makin berat. Kami sudah punya tanggung jawab moral yang besar (melanjutkan kompetisi dengan protokol kesehatan), terus nanti ada beberapa pemain terdampak," jelasnya.

"Naudzubillah min dzalik, kami makin susah. Itu menjadi beban psikis bagi kami

kedepannya, dan kami tidak mau seperti itu," pungkas pria yang akrab disapa Habib tersebut. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)