BolaSkor.com - Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-20 tahun depan ikut menjadi pertimbangan regulasi baru Liga 1. Salah satu yang dimunculkan adalah kewajiban klub memainkan pemain muda di bawah usia 20 tahun.

Jadwal pemusatan latihan untuk Timnas Indonesia U-19 yang telah disusun oleh Shin Tae-yong berantakan setelah pandemi COVID-19 menerpa dunia. Bahkan saat ini pelatih asal Korea Selatan tersebut masih berada di negaranya.

PSSI sendiri menunggu Shin Tae-yong tiba ke Indonesia untuk memberikan penilaian akhir perlu tidaknya regulasi baru tersebut diterapkan. Tetapi Madura United punya pendapat lain.

Baca Juga:

Respons Kelanjutan Liga 1, Pelatih Bali United Perkirakan Gelar Persiapan Awal Agustus

Persik Kediri Berharap Hak Komersial di Liga 1 Bisa Naik Sesuai Usulan

“Saya pikir lebih baik PSSI mempertimbangkan untuk memutar Liga 1 U-20. Itu bisa menjadi langkah solutif untuk menemukan pemain-pemain matang yang belum terpantau sebelumnya," ungkap direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ulhaq Abdurrahim.

"Piala Dunia itu ajang bergengsi, jadi harus benar-benar menurunkan pemain pilihan.”

Pria yang akrab disapa Habib itu menyebut, kompetisi pra-profesional itu juga bisa menjadi oase bagi klub-klub Liga 1. Mereka bisa menjaring banyak pemain muda yang bisa diandalkan untuk mengisi skuadnya di masa yang akan datang.

Laskar Sape Kerrap sendiri telah mempercayakan jebolan Madura United U-20, Moch Kevy Syahertian naik pentas ke level senior. Dhimas Bagus Pangestu, Mohammad Syafiir Ridoni, Fawaid Ansory, dan Yulianto juga menanti debut yang sama dari manajer Madura United, Rahmad Darmawan.

“Kami sebenarnya bersyukur dengan adanya kompetisi U-20. Ada pemain-pemain lokal kami yang terpantau dan punya peluang. Mereka akhirnya promosi, membuktikan seperti Kevy yang juga sudah bisa mencetak gol,” pungkasnya. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)