BolaSkor.com - Bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurrahman sudah melawati banyak hal di lapangan sepak bola. Mengawali karier profesionalnya sejak tahun 2000 Maman merupakan bek tangguh yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Penampilan yang apik juga membuat Maman menjadi langganan Timnas Indonesia pada masa itu. Sudah berkarier hampir 21 tahun, ternyata Maman memiliki dua momen yang dianggapnya spesial ketika membela Persija dan Timnas Indonesia.

Bersama Timnas Indonesia, mantan pemain PSIS Semarang ini mengaku memiliki momen yang tidak bisa dilupakan yaitu di Piala Asia 2007. Ketika itu Maman menjadi bagian dari tim yang diasuh oleh Ivan Kolev.

Menurut Maman, skuat Garuda kala itu mampu bermain luar biasa kendati berada di grup yang tergolong berat. Sempat meraih kemenangan atas Bahrain di laga pertama, tim Indonesia gagal lolos dari fase grup usai kalah tipis di dua laga sisa dari Korea Selatan dan Arab Saudi.

Baca Juga:

Otavio Dutra Kenang saat Pertama Kali Belajar Bahasa Indonesia

Zulfiandi Jawab Rumor ke Persija Jakarta

“Momen terbaik di tim nasional adalah pada 2007 saat kita menjadi tuan rumah. Pengalaman itu luar biasa dan masih saya ingat sampai sekarang. Kami mendapat undian grup berat, tapi bisa bersaing dan punya peluang lolos. Mampu menyulitkan tim-tim kuat kala itu,” kata Maman seperti dilansir dari laman resmi Persija.

“Suasana tim sangat solid, di bawah komando pelatih Ivan Kolev yang disiplin. Pemain yang ada di tim juga merupakan yang terbaik dari seluruh Indonesia kala itu," tambah mantan pemain Persib Bandung tersebut.

Sementara itu, momen terbaik bersama Persija diukir pada 2018. Kala itu, Macan Kemayoran mampu meraih sejumlah trofi, mulai dari turnamen pemanasan di Malaysia, Piala Presiden, hingga akhirnya Liga 1.

Hampir sama dengan Timnas Indonesia, Persija kala itu disebut Maman juga sangat kompak dan kondusif kendati berisi gabungan pemain senior dan junior.

“Trofi Liga 1 2018 juga berkesan karena menjadi trofi Liga Indonesia pertama bagi saya. Pelatih mampu mengkombinasikannya dengan baik. Setiap anggota tim mampu bersikap profesional dan menunjukkan respek satu sama lain,” pungkas Maman.