BolaSkor.com - Manajemen Persita Tangerang berharap PSSI bisa menjelaskan secara rinci terkait dengan pembayaran gaji kepada pemain, pelatih, dan ofisial pada bulan Maret sampai Juni 2020 mendatang.

Sebelumnya, PSSI memutuskan force majeure untuk Liga 1 dan Liga 2 2020. Kompetisi bisa berjalan lagi pada 1 Juli 2020, jika status tanggap darurat Virus Corona dicabut Pemerintah Republik Indonesia, dan situasi sudah kondusif. Jika tidak, kompetisi langsung diberhentikan.

Pada surat nomor 48/SKEP/III/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan itu juga tertulis, klub dapat melakukan perubahan kontrak kerja atas kewajiban pembayaran gaji yang akan dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di kontrak kerja.

Baca Juga:

Persita Bicara soal Hubungan Raphael Maitimo dengan Agnez Mo

Manajemen Persita Berkomunikasi dengan PT LIB Cari Solusi Kontrak Pemain

Menurut manajer Persita Tangerang, I Nyoman Suryanthara PSSI harus lebih tegas lagi terkait dengan permasalahan gaji ini. Menurut Nyoman kemampuan finansial setiap klub pasti berbeda dan tidak semuanya bisa menyanggupi hal tersebut.

"Kemampuan finansial klub tidak sama. Apalagi dalam kondisi seperti ini, otomatis secara pemasukan akan lumayan berkurang," kata Nyoman seperti rilis yang diterima oleh BolaSkor.com.

"Karena itu kami berharap ada keterlibatan PSSI di sini. Setidaknya untuk memperjelas teknis seperti apa penentuan persentase gaji yang akan diberikan selama masa darurat ini,” Nyoman menambahkan.