BolaSkor.com – Manajer Bhayangakara FC, AKBP Sumardji mendukung secara penuh siapapun dari institusi kepolisian yang nantinya mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. Hal ini dikarenakan setiap anggota kepolisian sudah pasti memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

PSSI melalui Komite Eksekutif (Exco) sudah memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dalam waktu dekat. Akan tetapi, sejak diputuskan masih belum diketahui kapan KLB tersebut akan digelar.

Jika sesuai dengan rencana awal, KLB akan digelar pada Agustus 2019. Namun jika melihat pergerakan Exco PSSI, sampai dengan saat ini belum ada kepastian terkait dengan KLB.

Meski begitu, sejumlah nama sudah muncul sebagai bakal calon ketua umum PSSI. Beberapa nama bahkan dari institusi kepolisian seperti mantan Kapolda Metro Jaya, Mochamad Irianto yang juga merupakan pembina klub Persib Bandung.

Baca Juga:

Tanggapan AKBP Sumardji, Terkait dengan Mundurnya Jadwal Liga 1

Bhayangkara FC akan Kedatangan Dua Pemain Asing Baru

"Saya kira itu bukan kapasitas saya untuk menjawab kaitannya dengan calon. Siapapun yang mencalonkan diri jadi ketua umum, tentu pasti sudah mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi, yang besar, dan yang pasti semangatnya bagaimana memajukan sepak bola," kata Sumardji.

"Jadi itu saja, kalau dari kepolisian saya rasa semua luar biasa bagus. Siapapun itu pasti akan kita dukung," Sumardji menambahkan.

Bhayangkara FC menginginkan sosok ketua umum PSSI yang serius memajukan sepak bola Indonesia. Menurut Sumardji, sepak bola Indonesia sudah jauh tertinggal ketimbang negara-negara lainnya.

"Yang pasti dari awal saya sudah sampaikan, yang utama bagaimana sih sebenarnya seorang ketua umum bisa membuat kepastian, menjamin berjalannya kompetisi ini, liga ini dengan baik sesuai dengan kesepakatan. Yang kedua, karena rentetannya itu panjang kalau kompetisi berjalan dengan baik, tentu kaitannya dengan pemain, kesejahteraan dan sebagainya," jelasnya.

"Kalau kompetisi itu berjalan tidak bagus. Tentu akan berpengaruh terhadap pemain itu juga karena kualitas pemain kan dipengaruhi jam menit bermain. Sehingga kami tentu ingin sosok seorang ketua umum harus betul-betul punya keinginan yang kuat bagaimana memajukan sepak bola Indonesia. Ini karena kita kalah jauh lho, ranking di AFC (Asia) 26 kalau tidak salah, sangat jauh dari negara lain," pungkasnya.