BolaSkor.com - Kepercayaan menjadi hal yang sangat penting untuk manajer tim nasional futsal Indonesia, Dimas Bagus Agung Kurniawan. Dimas siap mengemban amanah baru sebagai Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur (Jatim).

Manajer tim nasional futsal Indonesia, Dimas Bagus Agung Kurniawan menjadi kandidat kuat Ketua Asosiasi Fusal Provinsi (AFP) Jawa Timur (Jatim). Dimas siap menata organisasi AFP, serta mengangkat prestasi Jatim di level nasional.

Sosok Dimas tidak bisa dipisahkan dari dunia futsal. Dia adalah CEO klub Bintang Timur Surabaya (BTS), peserta Professional Futsal League (PFL). Dimas adalah manajer tim futsal Jatim yang meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016.

Pria 38 tahun ini telah menyelami olahraga futsal selama kurang lebih satu dasawarsa. Berangkat dari pengalaman yang segudang, Dimas menyatakan siap saat dipercaya oleh mayoritas voters untuk maju sebagai Ketua AFP Jatim.

“Tagline saya di sini adalah kepercayaan di atas segalanya,” kata Dimas ketika ditemui di Surabaya, Rabu (4/9) pagi.

Dimas mengatakan bahwa kepercayaan adalah modal utama untuk membangun sebuah hubungan di bidang apa pun. Baik itu sosial masyarakat, pekerjaan, maupun sebuah organisasi seperti AFP Jatim.

“Karena kepercayaan adalah kehormatan bagi penerima kepercayaan itu. Terima kasih jika nanti kepercayaan itu akan diberikan ke saya,” sebut Dimas.

Baca Juga:

Timnas Malaysia Tak Takut dengan Striker Timnas Indonesia

Tan Cheng Hoe Pastikan Pemain Naturalisasi Malaysia Mohamadou Sumareh Bisa Main Lawan Timnas Indonesia

Jika dipercaya sebagai Ketua AFP Jatim, Dimas akan memberikan yang terbaik untuk organisasi yang ia pimpin. “Saya sudah mempersiapkan empat program. Nama programnya adalah Jatim Emas,” tutup Dimas.

Dalam program Jatim Emas, Dimas berkeinginan membawa futsal Jatim menuju era industri. Dimas juga berjanji untuk terus meningkatkan kualitas wasit, dan pelatih futsal di Jatim. Poin yang tak kalah penting lainnya adalah kompetisi berjenjang.

Dimas ingin menciptakan kompetisi futsal yang konsisten, dan berjenjang. “Kompetisi juga menjadi saluran untuk pelatih, dan wasit yang telah mengikuti kursus. Dengan kualitas wasit, dan pelatih yang meningkat, mutu kompetisi juga terdongkrak,” ulasnya.

Ketika mutu kompetisi di Jatim meningkat, secara tak langsung juga berpengaruh ke kualitas pemain yang semakain baik. Selain itu, wasit dan pelatih Jatim juga berpeluang untuk naik kasta ke level nasional, atau internasional.

“Terakhir, saya ingin bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pelaku futsal di seluruh wilayah Jawa Timur. Saya ingin melihatkan mereka dalam membangun futsal Jawa Timur yang maju dan berprestasi,” tuturnya. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)