BolaSkor.com - Manchester City terus memperkuat skuad menatap musim 2022-2023. Pada bursa transfer musim panas 2022 mereka sudah merekrut Julian Alvarez dan Erling Haaland, semakin dekat mendapatkan Kalvin Phillips dan mengincar Marc Cucurella.

Tapi rekrutan ketiga yang datang ke Ettihad Stadium cukup mengejutkan. Namanya tak pernah terdengar sebelumnya. Dia adalah kiper asal Jerman berusia 29 tahun, Stefan Ortega.

Ortega nama yang familiar untuk fans sepak bola lawas dan mengingatkan akan sosok eks pemain timnas Argentina, Ariel Ortega. Tentu saja Stefan Ortega tak berasal dari Argentina melainkan dari Jerman.

Kontrak Ortega berakhir dengan Arminia Bielefeld yang sudah diperkuatnya selama dua medio, 2011-2014 dan 2017-2022. Dia produk asli akademi Bielefeld dan sempat membela 1860 Munich. Media Jerman Kicker pernah menilai Ortega sebagai kiper kedua terbaik di liga.

Baca Juga:

Moneyball Liverpool, Rekrut Bek Kanan untuk Saingi Trent Alexander-Arnold

Liverpool Masih Beberapa Langkah di Belakang Manchester City

Darwin Nunez dan Rekam Jejak Bomber Uruguay di Premier League

Manchester City merekrut Ortega dengan kontrak selama tiga tahun. Dia diplot untuk melapis Ederson karena kiper asal Amerika Serikat, Zack Steffen, akan dipinjamkan (rumornya ke Middlesbrough). Sementara posisi kiper ketiga tetap ditempati Scott Carson.

“Diberi kesempatan untuk bergabung dengan kelompok pemain ini dan membantu melanjutkan kesuksesan klub adalah mimpi bagi saya,” kata Ortega seperti dilansir dari laman resmi Man City.

Txiki Begiristain selaku Direktur Olahraga Man City juga menilai klub tidak asal pilih merekrut Ortega, menurutnya Ortega bisa bersaing untuk posisi kiper utama dan juga membantu pemain-pemain muda dengan pengalamannya.

“Dia telah bergabung untuk bersaing dengan kiper lain dan membantu para pemain muda kami, jadi ini adalah transfer yang sangat kami senangi," imbuh Begiristain.

Sebagaimana dilansir dari WhoScored, Ortega memiliki kekuatan pada refleks untuk menyelamatkan tendangan jarak dekat, fokus tinggi, dan kekuatan terbesarnya adalah operan lambung ke depan. Kekuatan terbesarnya itu dinilai jadi faktor Pep Guardiola merekrutnya. Sudah bukan rahasia lagi jika kiper yang diinginkan Guardiola adalah kiper yang dapat membangun serangan dari belakang, selain menjalankan tugas sebagai penyelamat gawang.