BolaSkor.com - Legenda Manchester United, Gary Neville, angkat suara terkait kegagalan mantan klubnya mengalahkan Crystal Palace. Ia menilai hal itu disebabkan dengan kecerobohan dalam menyusun pagar betis.

Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam lawatan ke markas Palace di Selhurst Park, Kamis (19/1) dini hari WIB. Hasil ini membuat Setan Merah gagal menyalip Manchester City dari posisi kedua klasemen sementara Premier League 2022-2023.

Manchester United sebenarnya tampil dominan dalam pertandingan ini. Bruno Fernandes dan kawan-kawan mampu mengurung pertahanan tuan rumah.

Baca Juga:

Palace Hentikan Laju Kemenangan Man United, Bruno Fernandes Ukir Catatan Spesial

Mulai Bertingkah, Alejandro Garnacho Minta Naik Gaji Sepuluh Kali Lipat

Jadon Sancho Semakin Dekati Comeback

Manchester United seperti akan melanjutkan tren kemenangannya usai Bruno Fernandes memecah kebuntuan pada menit ke-44. Di waktu tersisa, Palace tak terlihat mampu menyamakan kedudukan.

Namun petaka terjadi pada masa injury time. Michael Olise mampu memanfaatkan kesempatan mengeksekusi tendangan bebas dari depan kotak penalti dengan maksimal.

Sepakan melengkungnya melambung melewati pagar betis Manchester United dan melesat ke arah gawang. David De Gea yang sudah terbang gagal menepis dan bola melewatinya hingga membentur mistar lalu masuk ke dalam.

Pada situasi itu, Manchester United hanya menggunakan tiga orang untuk menjadi pagar betis. Tugas tersebut dilakukan oleh Casemiro, Fred, dan Alejandro Garnacho.

Neville menilai seharusnya tugas menjadi pagar betis diberikan kepada pemain dengan postur yang lebih tinggi. Hal ini diyakini akan mengganggu akurasi sang eksekutor.

"Tembok besar dengan pemain besar membuatnya lebih sulit bagi penendang! Tembok itu (yang disusun Manchester United) tidak memilikinya dan membuatnya lebih menggoda," kicau Neville di Twitter.

Apa yang dikatakan Neville cukup beralasan. Manchester United pada momen itu punya sejumlah pemain yang lebih tinggi ketimbang untuk menjadi pagar betis.

Namun menempatkan pemain tinggi sebagai pagar betis bukannya tanpa risiko. Keputusan itu bisa menjadi blunder andai eksekutor tendangan bebas memberikan umpan silang.

Pandangan berbeda justru disampaikan Jamie Redknapp. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu menilai eksekusi Michael Olise sangat sempurna sehingga tinggi pagar betis dianggap tidak terlalu berpengaruh.

'Itu adalah tendangan bebas terbaik musim ini. Saya hanya tidak mengerti mengapa dia tidak merayakannya," kata Redknapp kepada Sky Sports.

"Kita telah melihat James Ward-Prowse memiliki katalog ini sepanjang musim dan kariernya. Namun eksekusi Olise adalah kejeniusan."