BolaSkor.com - Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho mengomentari pertarungan empat besar Premier League 2019-20 alias zona Liga Champions. Menurutnya Manchester United punya keberuntungan yang tak dimiliki Tottenham Hotspur.

Berbeda dari Man United yang ada di urutan lima klasemen dan masih dapat bertarung untuk empat besar, Tottenham kansnya lebih kecil karena saat ini ada di urutan tujuh klasemen.

Manchester Merah terpaut satu poin dari Chelsea di peringkat tiga dan punya poin sama dengan Leicester City di peringkat empat, sementara Tottenham dengan 55 poin terpaut tujuh poin dengan Leicester City.

Performa Man United memang sedang bagus-bagusnya. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer tak terkalahkan 19 laga di seluruh kompetisi hingga mereka layak di posisi saat ini. Akan tapi Man United juga banyak diuntungkan dengan keputusan VAR (Video Asisten Wasit) musim ini.

Baca Juga:

Manchester United yang Kian Akrab dengan Bantuan VAR

Hasil Pertandingan Liga-liga Eropa: Manchester United Bangkit, Inter Milan Berpesta Gol

Catatan Statistik Menarik di Balik 400 Penampilan David De Gea bersama Manchester United

Jose Mourinho

Mourinho melihat itu ketika United imbang 1-1 kontra Tottenham via bantuan VAR dan United mendapatkan penalti. Tak ayal Special One menilai Man United cukup beruntung ada di posisi saat ini. Namun dia tetap mengapreasiasi performa mantan klubnya itu.

"Jika Man United melakukannya (masuk empat besar) mereka melakukannya karena bermain dengan sangat baik di paruh musim kedua. Ketika Anda bermain bagus Anda layak mendapatkannya," ucap Mourinho dilansir dari AS.

"Selain itu, semuanya tahu mereka sedikit beruntung (karena VAR), lebih dari sekali. Keberuntungan yang tidak kami miliki," lanjut manajer asal Portugal itu.

Penggunaan VAR yang pertama kalinya digunakan di Inggris musim ini juga tak lepas dari kritikan Jose Mourinho.

"VAR seharusnya bukan tentang itu. VAR seharusnya simpel, murni, keputusan jelas," tambah Mourinho.

"Ruang untuk keasalahan adalah wasit di lapangan membuat keputusan yang sangat sulit, 200 meter per jam, sudut pandang yang berbeda, itulah kesalahan yang kami pelajaran untuk coba dihargai dalam sepak bola."

"Terkadang sulit untuk menerimanya, tapi Anda paham (kesalahan wasit). Semua orang melakukan kesalahan," pungkas eks pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid itu.