BolaSkor.com - Manchester United kalah tipis 0-1 saat menjamu Barcelona pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Old Trafford. Meski kalah tipis, pesimisme mulai menyelimuti sebagian fans Setan Merah.

Pesimisme yang muncul dari realitas bahwa teramat sulit bisa mengalahkan Barcelona di Camp Nou, terlebih dengan dua gol atau lebih. Namun, semua orang tahu, tidak ada mustahil dalam sepak bola, terutama jika menyebut nama Man United.

Tidak ada yang menyangka pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan tampil di perempat final setelah mereka kalah 0-2 oleh Paris Saint Germain di Old Trafford pada leg pertama 16 besar. Tapi kenyataannya, United bisa melakukan hal yang nyaris mustahil.

Baca Juga:

5 Fakta Menarik dari Laga Man United Vs Barcelona

Kalah 0-1 di Old Trafford, Solskjaer Yakin Man United Bisa Comeback di Camp Nou

Yang menjadi pertanyaan, bisakah mukjizat datang dua kali beruntun?

Jika menilik ke belakang, United memang sangat erat dengan sebutan 'comeback'. Masih ingat bagaimana mereka menjadi kampiun Eropa setelah secara dramatis membekap Bayern Munchen di detik akhir laga final 1999? Ya, final itu yang berlangsung di Camp Nou.

Masih ingat bagaimana Setan Merah lolos ke final? Manchester United berhasil meraih tiket ke final 1999 setelah menyingkirkan Juventus di semifinal. Pada leg pertama, Man Utd ditahan imbang 1-1 oleh Juve di Old Trafford. The Red Devils memastikan melaju ke final setelah menang 3-2 di Turin, meski terlebih dulu tertinggal 0-2. Mukjizat bisa datang dua kali beruntun.

Kini, Manchester United bisa dibilang kembali mengharapkan keajaiban, kembali menggoda sang Dewa Sepak Bola. Namun, sejatinya United wajib melihat realitas di depan mata.

Realitasnya, Barcelona belum pernah menelan kekalahan kandang di ajang Liga Champions selama enam tahun. Dari sisi teknis, Barcelona juga ada di atas MU. Di Old Trafford, Barca tampil 'biasa saja'. Meski begitu mereka masih bisa pulang membawa kemenangan dengan mudah. Sepanjang laga, tidak sekalipun gawang menerima tembakan on target dari tuan rumah.

Jika di Old Trafford saja mereka bisa membuat United gagal melepaskan shot on target, bayangkan apa yang terjadi di Camp Nou. Di stadion ini, Lionel Messi dan kawan-kawan baru kebobolan dua kali di Liga Champions musim ini.

Dari sisi teknis, jika Paul Pogba dkk kembali tampil seperti di kandang sendiri, pertolongan Dewa Sepak Bola benar-benar mereka butuhkan. Sekali lagi, bukankah hal serupa yang terjadi saat melawan PSG? Benar, tapi untuk yang satu ini, kesalahan lebih ada di kubu PSG sendiri, yang terlalu percaya diri. Kesalahan yang sepertinya tidak akan dilakukan Barcelona.

Lihat bagaimana raut kekecewaan Lionel Messi dan Luis Suarez usai laga di Old Trafford. Reaksi yang seharusnya tidak muncul dari kubu yang pulang membawa kemenangan. Mereka kecewa karena tidak puas dengan permainan yang mereka tampilkan.

Permainan Barca yang kurang optimal di Old Trafford tersebut sejatinya bisa poin positif bagi United. Ya, mereka hanya memiliki defisit satu gol. Poin positif lain dari leg pertama, United sudah melihat jika Barca tak selamanya tampil brilian.

Solskjaer dan pasukannya tentu berharap Barcelona kembali tampil tak optimal sembari meminta pasukannya bermain dua kali lipat lebih baik di Camp Nou nanti. Terutama pemain yang di leg pertama tampil minor macam Paul Pogba.

Singkatnya, Manchester United harus bisa membalikkan banyak hal; performa, akal, hingga sejarah di Camp Nou jika ingin lolos ke semifinal. Dan tentu saja, pertolongan dari Dewa Sepak Bola. Mereka sudah pernah melakukannya, dan bisa saja terulang, meski kali ini dirasa sulit.