BolaSkor.com - Eks striker Manchester United, Robin van Persie membela status raja penalti yang disematkan kepada mantan timnya tersebut. Menurutnya tidak heran Red Devils mendapatkan banyak penalti karena mereka bermain ofensif.

Teranyar Man United menang 1-0 atas Copenhagen di perempat final Liga Europa melalui gol tunggal penalti Bruno Fernandes. Itu menjadi penalti ke-21 Man United musim ini dan jadi yang terbanyak di antara tim-tim Eropa lainnya.

Status raja penalti disematkan kepada United. Status itu pun dijadikan sindiran oleh publik yang menilai United 'dibantu' wasit karena mendapatkan banyak penalti meski ada bantuan dari VAR (Video Asisten Wasit).

Van Persie membela status tersebut. Mantan penyerang timnas Belanda menilai penalti diberikan kepada United karena mereka bermain ofensif dan banyak melakukan serangan di area penalti lawan.

Baca Juga:

Dimitar Berbatov Peringatkan Manchester United Ancaman Romelu Lukaku

Nama Besar Manchester United Tak Buat Sevilla Takut

Manchester United Resmi Sandang Gelar Raja Penalti di Eropa

"Jika Anda mendapatkan 21 penalti dalam satu musim, itu menunjukkan bahwa Anda banyak menyerang, Anda tahu itu?" ucap Robin van Persie kepada 90min.

"Mungkin beberapa darinya bisa atau tidak bisa menjadi penalti, mungkin sedikit rumit, tapi meski begitu Anda menyerang dan dalam situasi saat wasit bisa memberikan penalti. Saya pikir itu hal yang baik bahwa mereka mendapatkan sangat banyak penalti."

Mantan pemain United medio 2012-2015 itu juga memuji cara Fernandes mengambil penalti. Dalam 21 penalti yang diambil Fernandes dari musim 2017-18 tidak ada satu pun yang gagal berbuah gol.

Bruno Fernandes

"Bruno Fernandes memiliki gaya uniknya sendiri dalam mengambilnya, tapi yang saya suka adalah dia mencampurkannya," imbuh Van Persie.

"Dia tidak hanya melakukan lompatan lucu itu, itu terlihat sangat aneh bagi saya karena ini bukan cara saya melakukan penalti, tapi dia sudah melakukannya begitu lama. Dia tidak absen mencetak gol penalti selama empat tahun."

"Apa yang saya suka saat melawan Copenhagen adalah dia mengubah gayanya - penjaga gawang menunggu dan dia menendangnya dengan cepat. Itu juga menunjukkan kepada Anda bahwa dia adalah pengambil penalti kelas dunia, karena Anda harus mengombinasikannya."

"Anda harus ke kiri, Anda harus ke kanan, dia melakukan lompatan, tetapi untuk dapat menyesuaikan, bahkan dengan adu penalti, itu menunjukkan kepada Anda bahwa dia adalah pemain kelas dunia. Anda harus menemukan sesuatu yang baru dan dia melakukan itu, dan berhasil. Selama itu bekerja dengan baik, sempurna," pungkas Van Persie.

Di semifinal Manchester United akan melawan pemenang lima titel Liga Europa, Sevilla, yang berlangsung di RheinEnergieStadion, Senin (17/08) pukul 02.00 dini hari WIB.