BolaSkor.com - Sering muncul perkataan bahwa negara itu seperti ibu. Paling tidak itulah yang terjadi kepada Manuel Da Costa. Dia memilih membela Maroko, negara sang ibu, ketimbang Portugal, negara asal ayahnya.

Meski begitu, pemain berusia 32 tahun itu pernah mewakili Portugal ketika dia masih muda. Kini pemain belakang yang lahir di Prancis ini akan menghadapi negara sang ayah, Portugal, di Piala Dunia.

Da Costa memang memiliki akar di Portugal, namun dia mengaku bangga dapat membela bendera Maroko di Piala Dunia 2018 ini. Walau diakuinya juga jika dipastikan ada "perpecahan" dalam keluarganya saat Maroko bertemu kontra Portugal di Stadion Luzhniki, Rabu (20/6).

"Saya kira separuh keluarga akan mendukung Portugal dan separuh lagi Maroko. Kelihatannya lucu memang."

"Tampil di Piala Dunia berarti besar buat saya, karena bisa mewakili negara saya. Sebuah kehormatan besar bisa memakai kaus Maroko," kata Da Costa kepada situs resmi FIFA.

Da Costa pertama kali bergabung dengan Singa Atlas pada 2014. Ketika itu dia pertama kali didekati oleh asisten pelatih, yang juga legenda hidup Maroko, Mustapha Hadji.

"Setelah lama berdiskusi dengannya dan kemudian bertemu dengan pelatih Badou Ezzaki, saya merasa yakin dengan rencana dan target timnas," kenangnya.

Lama menghabiskan waktu di Portugal, Da Costa tentu sangat mengetahui gaya Portugal, apalagi tak sedikit penggawa di tim tersebut pernah menjadi rekannya.

"Saat masih muda saya bermain dengan banyak pemain timnas Portugal. Rasanya terlalu panjang untuk mengingat mereka semua," ujarnya.

"Saya masih ingat bermain bersama Ricardo Quaresma, Cristiano Ronaldo, dan Pepe. Banyak pelajaran yang saya ambil dari mereka."

Menarik ditunggu apakah Da Costa bisa membuat sang ibu senang dengan membawa Maroko menang atas Portugal, atau sebaliknya?