BolaSkor.com - Pelatih Arema FC, Mario Gomez, langsung menanggapi terkait skema permainan keras yang diperagakan anak asuhnya. Lima kartu kuning diterima Jonathan Bauman dkk, dan berujung ancaman sanksi denda terkait kedisiplinan.

Arema FC kalah 1-2 dari Persib Bandung, dalam super bigmatch pekan kedua Liga 1 2020 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (08/03). Dua gol Persib dicetak melalui bunuh diri Syaiful Indra Cahya (42') dan Wander Luiz (penalti 77'). Sedangkan satu gol Arema FC dilesakkan oleh penalti Elias Alderete (45').

Pada super bigmatch itu, kedua tim memang langsung bermain dalam tempo cepat selepas kick-off dibunyikan Aprisman Aranda. Perebutan bola berlangsung keras dengan melibatkan beragam kontak fisik di tengah lapangan.

Baca Juga:

Ketua Viking Persib Imbau Bobotoh Tidak Datang ke Stadion Kanjuruhan

Panpel Arema FC Pastikan Bobotoh-Viking Batal Ke Malang

Imbasnya pun jelas, ketika Arema FC dijerat dua kali hukuman penalti atas pelanggaran keras pemainnya terhadap penyerang Persib.

"Tapi saya pikir itu sebagai hal yang cukup wajar. Karena intensitas pertandingan juga sangat tinggi," beber Mario Gomez dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (08/03).

Saking kerasnya, wasit asal Sumatera Barat itu sampai mengganjar pemain kedua tim hingga 8 kartu kuning. Tim Singo Edan menerima 5 kartu kuning masing-masing untuk Oh In-kyun, Hendro Siswanto, Feby Eka Putra, Syaiful Indra Cahya dan Jonathan Bauman.

"Bagaimana lagi, kami harus menempuh improvisasi dalam bermain. Dan saya pikir, pemain sudah melakukan yang terbaik untuk mengejar kemenangan meski hasil kurang bagus," imbuhnya.

Ganjaran hingga 5 kartu kuning sekaligus membuat tim Singo Edan terancam sanksi disiplin seperti yang. tercantum pada Kode Disiplin PSSI. Pasal 53 menyebutkan, bahwa denda sebesar Rp50 juta (dikenakan) apabila dalam satu pertandingan ada 5 kartu kuning atau lebih pemain yang diberikan sanksi peringatan dengan kartu kuning. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)