BolaSkor.com - Paris Saint-Germain berhasil membawa tiga poin dari kandang Manchester United. Pada laga leg pertama 16 besar Liga Champions, PSG menuai kemenangan 2-0. Hasil yang membuat pintu ke perempat final PSG makin lebar.

Datang tanpa diperkuat bintang macam Neymar dan Edinson Cavani, PSG mampu mendominasi kendali permainan. Hal ini tidak lepas dari keperkasaan Marquinhos di lini tengah.

Pemain asal Brasil yang sudah seperti bos di lapangan tengah menjadi kunci kemenangan Les Parisiens atas Manchester United. Padahal tugasnya pada laga ini tidaklah mudah. Pemain bernama lengkap Marcos Aoas Correa itu memikul tugas untuk mematikan seorang Paul Pogba.

Baca Juga:

3 Pemain yang Pernah Membela Manchester United dan Paris Saint-Germain

Gordon Banks dan Penyelamatan Ajaib yang Melawan Gravitasi

Paul Pogba
(The Sun)

Pemain 24 tahun itu pun menjalankan tugasnya secara sempurna. Tercatat, Manchester United hanya bisa sekali mengancam gawang PSG yang dikawal Gianlugi Buffon.

“Pelatih memberi dorongan kepercayaan diri yang sangat besar. Kami tahu lini tengah Man United sangat kuat, terutama Pogba. Saya senang dengan apa yang kami lakukan,” ucap Marquinhos usai laga seperti dikutip ESPN.

Jika diibaratkan sebuah pertarungan, Marquinhos sudah membuat Pogba babak belur. Hal ini bisa dilihat dari statistik pertandingan. Terlihat jika Pogba mencatat permainan terburuknya sejak Ole Gunnar Solskjaer mengambil alih posisi Jose Mourinho.

Ya, menghadapi kawalan Marquinhos, Pogba kembali tampil seperti saat United dipegang Jose Mourinho. Puncak kesuksesan Marquinhos datang saat Pogba menerima kartu merah di ujung laga. Artinya, Pogba bakal absen pada laga leg kedua di Paris.

Pada laga ini, Pogba hanya mampu menyelesaikan 31 umpan dan hanya 11 di area lawan. Ini merupakan catatan terburuk dalam 12 laga Pogba di era Solskjaer.

Tidak hanya itu, sepanjang pertandingan, gelandang asal Prancis itu juga hanya 55 kali menyentuh bola. Catatan yang hanya terjadi saat Pogba bermain di bawah Mourinho. Belum lagi soal akurasi umpan yang hanya 75,6 persen, bandingkan dengan 85,18 persen di Premier League sejak kedatangan Solskjaer.

Catatan minor juga terlihat pada kategori lainnya, seperti dribel, tembakan, atau penciptaan peluang. Tidak heran jika media ternama Prancis, L'Equipe memberi nilai Pogba 3 dari maksimal 10.

Buah Tranformasi Tuchel