BolaSkor.com - Lawatan Manchester United ke King Power Stadium, markas Leicester City berakhir dengan tragis untuk mereka. Tim arahan Ole Gunnar Solskjaer dilumat dengan skor telak 2-4 dalam lanjutan pekan delapan Premier League, Sabtu (16/10) malam WIB.

Youri Tielemans, Caglar Soyuncu, Jamie Vardy, dan Patson Daka adalah pencetak empat gol Leicester di laga tersebut, sedangkan dua gol United dicetak Mason Greenwood dan Marcus Rashford. Itu jadi kekalahan kedua United.

Red Devils hanya sekali menang dari lima laga terakhir di seluruh kompetisi. Kekalahan itu juga menahbiskan United sebagai tim yang tidak padu, bermain dengan mengandalkan kualitas individu tanpa kolektivitas.

Baca Juga:

Leicester City 4-2 Man United: Rekor Setan Merah Terhenti di Tangan Rubah

Leicester 4-2 Man United: Perjudian Solskjaer Berujung Petaka

Hari-hari Penghakiman Ole Gunnar Solskjaer

Manchester United pasca kalah dari Leicester City

“Bagaimana Anda mengontrol pertandingan bukan hanya dalam penguasaan bola, tetapi juga di luar penguasaan bola, Anda harus memenangkan bola lebih awal atau jika Anda tidak akan memenangkannya lebih awal, semua orang harus bekerja," tutur pandit sepak bola, Owen Hargreaves dikutip dari Mirror.

“Man Utd ketika mereka kehilangan bola, mereka membiarkan Anda langsung menyerang mereka, jadi sampai mereka menjadi tim yang mereka inginkan maka saya pikir ini akan terus berlanjut. Dengan mengatakan itu, mereka unggul empat poin terlebih dahulu.”

Individu dan Rawan Serangan Balik

Dengan skuad bertabur bintang plus kedatangan Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, hingga Raphael Varane, koleksi pemain-pemain top United memang berlanjut setelah adanya Paul Pogba dan Bruno Fernandes di dalam tim.

Akan tapi seluruh bintang itu tak dipadukan baik untuk melebur secara kolektif di bawah arahan Solskjaer. Terlebih menurut Hargreaves, yang juga mantan pemain United, klub rawan dibobol melalui serangan balik.

“Mereka bermain seperti ini sepanjang musim. Hampir setiap pertandingan yang saya lihat mereka memiliki beberapa momen brilian di mana mereka diselamatkan oleh kecemerlangan individu, tetapi mereka tidak pernah memiliki kendali permainan," imbuh Hargreaves.

“Setiap tim - apakah itu Villa, Villarreal, Everton - setiap pertandingan mereka kebobolan serangan balik yang buruk, hari ini mereka dihukum oleh pemain yang hebat dalam serangan balik."

“Dan ketika mereka terbuka - John (Barnes) membuat poin yang bagus, empat pemain depan benar-benar tidak membantu pertahanan, ada terlalu banyak ruang untuk pemain berkualitas. Hasil itu akan datang," urai Hargreaves.

Dalam dua laga terdepan ujian terus dihadapkan United yang akan bertanding melawan Atalanta di Liga Champions, serta Liverpool di Premier League.