BolaSkor.com - Mantan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengenang momen ketika dirinya masih memimpin La Beneamata. Menurut Moratti, menjadi presiden Inter memiliki risiko dan tanggung jawab yang besar.

Massimo Moratti menjabat sebagai presiden Inter Milan setelah menggantikan Ernesto Pellegrini pada 1995. Langkah tersebut mengikuti jejak sang ayah, Angelo Morati, yang lebih dahulu menjadi orang nomor satu di Inter Milan.

Keputusan tersebut berbuah manis. Pada musim 2009-2010, I Nerazzurri menjadi tim pertama asal Italia yang meraih treble winners. Ketika itu, Jose Mourinho menjadi arsitek Diego Milito dan kawan-kawan.

"Inter Milan seperti mencintai wanita cantik namun sangat sulit karena bersifat manja. Menjadi presiden selalu memiliki tanggung jawab besar kepada para suporter," kata Moratti seperti dilansir dari RMC Sport.

Massimo Moratti memutuskan menjual sebagian besar saham miliknya kepada pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, pada 2013. Thohir menggandeng kedua rekannya yakni Roeslan Roeslani dan Handy Soetedjo.

Tiga tahun berselang, Thohir melakukan hal yang sama seperti Moratti. Ia memilih menjual Inter Milan kepada perusahaan raksasa asal China, Suning Group.

Kini, Inter Milan mencoba mengulangi kesuksesan yang pernah diraih pada masa kepemimpinan Massimo Moratti. Saat ini, Mauro Icardi dan kawan-kawan menempati posisi kelima klasemen sementara dengan mengumpulkan 51 poin.