BolaSkor.comAlvaro Morata masih saja belum bisa memperlihatkan potensi terbaiknya bersama Chelsea. Sepanjang tahun 2018 ini, dengan akumulasi paruh musim kedua di musim lalu dan musim ini, Morata hanya mencetak enam gol – lima di antaranya terjadi musim ini.

Maurizio Sarri, manajer Morata di Chelsea, melihat satu titik lemah Morata dan memiliki pandangan yang sama dengan pendahulunya, Antonio Conte.

Musim lalu Morata dinilai Conte miliki krisis kepercayaan diri. Hal itu nyatanya berlanjut sampai saat ini, meski Morata menjalani musim keduanya di Inggris setelah ditransfer dari Real Madrid tahun lalu seharga 60 juta poundsterling.

Kerapkali Morata dihadapkan pada situasi yang sebenarnya mudah untuk mencetak gol di depan gawang lawan, namun, ia gagal mengonversinya menjadi gol karena kepercayaan diri yang menurun.

Baca Juga:

Maurizio Sarri Nilai Pemain Chelsea Terlalu Percaya Diri

Sarriball Sempurna untuk Alvaro Morata

Sarri pun melihat kasus yang dialami Morata sama seperti mantan anak asuhnya di Empoli, Riccardo Saponara, yang kini bermain di Sampdoria sebagai pemain pinjaman Fiorentina.

Saponara, 26 tahun (usia sama seperti Morata), pernah digadang-gadang sebagai calon playmaker masa depan Italia ketika dia gabung AC Milan pada tahun 2013. Akan tapi, dua tahun di sana, talenta Saponara tak pernah mencapai puncak hingga akhirnya dia meredup.

“Ini sulit (situasi Morata). Di Empoli saya punya pemain yang sangat hebat, Riccardo Saponara, yang kemudian kami jual ke AC Milan. Saponara merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah saya lihat, tapi sedikit rapuh mentalnya. Alvaro telah mencetak empat-lima gol di enam laga terakhirnya, jadi saya tidak melihat ada masalah besar,” terang Sarri di AS.

“Saya harap akan ada lebih banyak gol musim ini. Tiap musimnya dia mencetak 15-16 gol, jadi dia berada di angka rata-rata (kembali mencetak gol). Saya berbicara kepadanya setiap pekan, tapi di lapangan pertandingan dia sendirian. Saya pikir saat ini dia tidak bermain dengan potensi terbaiknya. Ini sulit,” tambahnya.

Kerapuhan Morata itu bisa dilihat dari laga terbaru. Chelsea menelan kekalahan kedua di Premier League kala menyambangi markas Wolverhampton Wanderers. Chelsea kalah 1-2 dan Morata tidak bisa berbuat banyak untuk membantu timnya menghindari kekalahan.