BolaSkor.com - Dua bintang sepak bola, Kylian Mbappe dan Robert Lewandowski menyatakan tidak setuju dengan gagasan Piala Dunia digelar tiap dua tahun sekali. Keduanya menilai kualitas sepak bola akan merosot bila pemain dipaksa terlalu banyak bermain.

Gagasan Piala Dunia dua tahunan terus mengemuka saat Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba untuk mencari dukungan dari negara-negara. Infantino mengatakan perubahan itu akan menghasilkan tambahan dana senilai 4,4 miliar dolar AS bagi FIFA.

Baca Juga:

Alasan PSSI Dukung Piala Dunia Digelar Dua Tahun Sekali

Penyesuaian dengan Jadwal Piala Dunia 2022, Premier League 2022-2023 Hadirkan Jeda Tengah Musim

Piala Dunia Dua Tahunan Akan Rusak Kompetisi Klub

Namun, proposal tersebut mendapat tentangan keras UEFA (Eropa) dan CONMEBOL (Amerika Selatan). Bahkan Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengancam akan memboikot turnamen.

"Saya bukan siapa-siapa untuk mengatakan apakah itu ide yang baik atau buruk, tetapi pendapat saya adalah Piala Dunia adalah Piala Dunia – itu hal yang istimewa karena diselenggarakan setiap empat tahun," kata Mbappe dikuitp dari Reuters.

"Kami memainkan lebih dari 60 pertandingan dalam setahun. Anda sudah punya Euro, Piala Dunia, sekarang Nations League – ada begitu banyak kompetisi. Kami senang bermain tetapi ketika itu terlalu banyak menjadi tidak baik. Kami harus pulih dan memiliki waktu pula untuk bersantai."

"Jika orang ingin melihat kualitas dalam permainan, emosi, melihat apa yang membuat sepak bola itu indah, saya pikir kita harus menghormati kesehatan para pemain."

Sementara itu Lewandowski mengatakan dirinya bukan pendukung gagasan bermain Piala Dunia setiap dua tahun dengan alasan beban kerja para pemain.

"Kami memiliki begitu banyak pertandingan setiap tahun, begitu banyak minggu yang sulit, tidak hanya pertandingan tetapi juga persiapan untuk musim, persiapan untuk turnamen besar," kata striker Bayern Muenchen itu.

"Jika Anda ingin menawarkan sesuatu yang istimewa, sesuatu yang berbeda, kami juga perlu istirahat."

"Jika mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun, maka waktu dan kualitas di mana para pemain sepak bola bermain di level tinggi akan turun... Itu tidak mungkin secara fisik dan mental," ujar Lewandowski.