BolaSkor.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, membagikan kabar terbaru soal proses naturalisasi dua pemain keturunan, Mees Hilgers dan Kevin Diks. Menurut Hasani, keduanya bisa batal mengantongi paspor Indonesia.

Hal itu bisa terjadi kalau orang tua Mees Hilgers dan Kevin Diks tidak memberikan restu terhadap rencana naturalisasi ini.

Sebab, menurut penjelasan Hasani, Mees Hilgers dan Kevin Diks meminta agennya untuk menghubungi orang tua mereka masing-masing dan meminta izin terkait proses perpindahan kewarganegaraan ini.

"Per 8 Februari 2022, si agen belum berbicara kepada orang tua keduanya. Si agen minta waktu 1-2 hari. Paling tidak saya tunggu sampai Jumat, 11 Februari 2022," kata Hasani saat dihubungi wartawan.

"Si agen sangat mengerti. Ini masalah izin boleh atau tidaknya keduanya menjadi WNI dan bermain untuk Timnas Indonesia. Tapi, mungkin keduanya masih punya keterikatan dengan orang tuanya."

"Mereka mungkin tidak mau melangkahi orang tuanya. Mungkin agen butuh meyakinkan orang tuanya. Namun, saya dan agen sudah feeling jelek saja. Apa maksud berpikiran jelek ini?."

"Kan biasa, pola pikir orang tua berbeda dengan anaknya. Pertimbangan orang tua biasanya berbeda. Yang saya khawatirkan dengan agen, adalah hal yang seperti itu," ujar Hasani.

Baca Juga:

Shin Tae-yong Minta Ragnar Oratmangoen Diganti Kevin Diks

Besok, PSSI dan Shin Tae-yong Bertemu Menpora Bahas Pemain Keturunan

Hasani butuh jawaban secepatnya dari Mees Hilgers dan Kevin Diks. Sebab, dokumen dua pemain lainnya, yaitu Sandy Walsh dan Jordi Amat sudah diterima Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Karena itu, Hasani memberikan batas waktu kepada agen Mees Hilgers dan Kevin Diks sampai 11 Februari besok.

"PSSI punya target keempatnya bisa dipanggil untuk Kualifikasi Piala Asia 2023. Kalau memang orang tua kedua pemain ini tidak setuju, bilang saja no," tutur Hasani.

"Kalau orang tua keduanya bilang yes, saya langsung proses. Kalau no, saya akan melapor ke PSSI dan Shin Tae-yong bahwa dua pemain ini tidak bisa dinaturalisasi karena faktor orang tua," tambahnya.

Hasani menyerahkan sepenuhnya kepada Shin Tae-yong, apakah PSSI cukup mengajukan Sandy Walsh dan Jordi Amat untuk dinaturalisasi atau pelatih asal Korea Selatan tersebut punya nama lain yang ingin diajukan.

"Kalau mau pemain lain, siapa? Kita kan perlu move on, tidak perlu mendayu-dayu dan melankolis. Jadi saya kasih waktu agen 1-2 hari. Saya mau jawaban yes or no," ucap Hasani.