BolaSkor.com - Kekalahan menjadi penanda buruk Manchester United yang bermain di pekan pembuka Premier League melawan Crystal Palace di Old Trafford, Sabtu (19/09) malam WIB. Red Devils kalah dengan skor telak 1-3.

Tiga gol Palace asuhan Roy Hodgson dilesakkan Andros Townsend (7') dan dua gol Wilfried Zaha (74' penalti dan 85') yang diperkecil gol Donny van de Beek di menit 80. Kekalahan itu mengejutkan karena terjadi di Old Trafford.

"Kami menjalani musim yang panjang pada musim lalu dan belum selesai sampai 16 Agustus dan kami tidak memiliki persiapan yang cukup untuk menjadi lebih tajam. Kami bekerja keras dengan pemain yang kami punya di sini dan ada beberapa pemain yang tampil di laga internasional," tutur Ole Gunnar Solskjaer selepas laga.

"Saya sudah bicara dengan Roy (Hodgson) dan dia bilang kalau mereka menjalani empat pertandingan uji coba dan ini adalah pertandingan kompetitif ketiga mereka, dan perbedaannya besar dengan kami yang hanya satu kali bertanding melawan Aston Villa pada pekan lalu."

Baca Juga:

Manchester United 1-3 Crystal Palace: Sang Mantan Bikin The Red Devils Merana

Manchester United Tak Punya Semangat Bermain Ketika Kalah dari Crystal Palace

5 Fakta Menarik di Balik Kekalahan Telak Manchester United: Wilfried Zaha Jadi Mantan Terhebat

Selebrasi gol Wilfried Zaha

"Tapi kami akan meningkat dengan cepat, mudah-mudahan lebih cepat daripada yang kita saksikan pada hari ini. Hari ini adalah sebuah penampilan yang tidak sering Anda lihat dari para pemain itu karena para pemain itu memang lebih baik daripada itu. Kami bisa bermain jauh lebih baik dari hari ini," yakin Solskjaer.

Terlepas dari semangat bermain United yang tidak terlihat di laga itu, ada satu momen menarik ketika Zaha mencetak gol penalti di menit 74. Itu penalti kedua yang diambil Palace setelah sebelumnya Jordan Ayew mengeksekusi penalti.

Penalti terjadi setelah sepakan Ayew sekilas mengenai tangan Victor Lindelof. VAR (Video Asisten Wasit) memberikan penalti dan sepakan Ayew sedianya ditepis oleh David De Gea, namun wasit Martin Atkinson mengulang penalti itu.

Zaha mengambil penalti dan kali ini mencetak gol. Diulangnya penalti itu jadi kontroversi, namun menilik aturan baru VAR penalti akan diulang apabila kaki kiper telah melewati garis dan De Gea melakukannya. Tak ayal penalti diulang.

Meski belum banyak yang menyadari aturan tersebut, diulangnya penalti itu memengaruhi semangat bermain tim dan De Gea urung menghentikan penalti - yang tercatat resmi - sejak April 2016.

Penalti diulang karena kaki De Gea telah melewati garis

"Buat saya, itu bukan penalti. Itu sungguh kejam. Lalu David melakukan penyelamatan hebat dan kemudian ada keputusan kejam lainnya," cetus Solskjaer.

"Itu mungkin tepat jika Anda mengikuti aturan karena kakinya mungkin satu inci di luar garis. Tapi, siapa tahu yang akan terjadi berikutnya. Lagipula, bukan keputusan itu yang membuat kami kalah."

Legenda United yang jadi pandit sepak bola Gary Neville juga geram melihat penalti yang diulang tersebut. Neville mengomentari secara detail dari momen terjadinya penalti hingga pengulangan tersebut.

"Ayew menendang bola ke lengan Lindelof - saya akan sangat kagum, saya akan hancur jika saya mendapat penalti yang diberikan kepada saya karena itu," terang Neville.

"Lengannya digerakkan dengan tindakannya berlari. Saya pikir Leeds minggu lalu di Anfield tidak masuk akal dan saya pikir yang ini juga sama."

"Sama sekali tidak ada peluang adalah penalti, tidak pernah dalam sejuta tahun. Sama sekali tidak, dia tak tahu apa terjadi begitu cepatnya berlari kembali bertahan satu lawan satu. Dalam sekejap permainan Crystal Palace pantas unggul 2-0 tetapi cara terjadinya adalah masalahnya. Roy Hodgson akan berpikir itu tidak masuk akal dan sebagainya."

Penalti yang diulang juga jadi sorotan Neville, meski ia mengakui Palace lebih layak menang ketimbang United.

"Dia (Atkinson) benar-benar memalukan, apa, dua inci dari garis? Kita berbicara tentang milimeter yang tidak bisa dipercaya. Saya mengerti jika mereka mencapai satu atau dua meter," tambah Neville.

"Crystal Palace jauh lebih baik dan Manchester United jauh dari kondisi terbaik. Tapi ada unsur keberuntungan, penalti bukan penalti dan pengambilan ulang penalti itu tidak masuk akal, tetapi Man United gagal," pungkas dia.