BolaSkor.com - Barcelona mengumumkan kedatangan Philippe Coutinho pada 6 Januari 2018, enam bulan lebih cepat dari yang sebelumnya diprediksi banyak pihak. Namun, sang pemain mengalami beberapa kesulitan pada tahun pertama.

Coutinho bergabung dengan mahar 120 juta euro ditambah bonus yang bisa mencapai 40 juta euro. Dengan jumlah tersebut, ia merupakan pemain paling mahal dalam sejarah klub.

Menjadi wajar untuk mempertanyakan kualitas Coutinho di Barcelona mengingat jumlah uang yang dikeluarkan tak sedikit. Kendati, sang pemain saat ini masih berusia 26 tahun dan punya banyak waktu untuk memperbaiki penampilan.

Baca juga:

Harapan Andres Iniesta untuk Barcelona pada 2019

Ernesto Valverde Tak Yakin Masa Depan di Barcelona

Philippe Coutinho

Hanya konsistensi yang membedakan Coutinho dengan pemain lainnya. Namun, sekarang peringatan satu tahunnya sedikit tercoreng karena tak masuk dalam skuat utama Ernesto Valverde.

Biasanya, Valverde menurunkan tiga pemain di lini depan yakni Lionel Messi, Luis Suarez dan Ousmane Dembele. Dengan performa ketiga pemain tersebut yang konsisten, sulit bagi Coutinho untuk merebut.

Ada upaya untuk memainkan mantan bintang Liverpool tersebut pada lini tengah, di mana dia bisa punya kebebasan untuk menguasai permainan. Namun, Valverde lebih memilih gelandang dengan kekuatan fisik dan mobilitas tinggi seperti Arturo Vidal dan Ivan Rakitic untuk menemani Sergio Busquets.

Eks pemain Inter Milan tersebut hanyak mencetak 15 gol plus 10 assist dalam 44 pertandingan. Tentunya, sang pemain diyakini mampu mencetak lebih banyak daripada apa yang dilakukan saat ini.

Bahkan, ketika menilik catatan saat menciptakan peluang, Coutinho rata-rata hanya melakukan satu tembakan per pertandingan. Tentunya, itu merupakan bukti Coutinho belum bisa beradaptasi dengan permainan Barcelona.

Dengan begitu, Coutino perlu terus mengasah permainannya seperti yang diinginkan Ernesto Valverde. Andai gagal, Blaugarana punya pemain senilai 160 juta euro yang hanya duduk di bangku cadangan.