BolaSkor.com - Kinerja manajemen Tottenham Hotspur sangat cepat selepas memecat Nuno Espirito Santo beberapa waktu lalu. Klub London Utara berhasil mengamankan servis pelatih asal Italia, Antonio Conte.

Conte (52 tahun) sebelumnya dikaitkan dengan Manchester United, tapi United tidak mendekatinya dan Fabio Paratici, Direktur Olahraga Tottenham dan juga eks Juventus mampu meyakinkan Conte melatih Tottenham.

Kedatangan Conte semakin menambah warna Serie A Italia dalam skuad Tottenham, sebelumnya Paratici juga memboyong nama-nama pemain dari Serie A seperti Cristian Romero dan Pierluigi Gollini.

CV Conte sudah berbicara banyak mengenai kualitas kepelatihannya. Mantan kapten Juventus itu sukses memenangi titel bersama Juventus, Chelsea, dan Inter Milan dengan detail: satu titel Premier League, Piala FA, empat titel Serie A, dan dua Piala Super Italia.

Baca Juga:

Hasil Liga Europa dan Conference League: Debut Manis Conte di Tottenham

Antonio Conte Datang, Harapan Pemain Tottenham Melambung

3 Alasan Conte Akan Jadikan Tottenham Penantang Gelar

Antonio Conte

Dengan catatannya itu diharapkan Conte bisa mempersembahkan titel untuk Tottenham, menularkan mentalitas juara, setelah Jose Mourinho gagal melakukannya di Tottenham. Tidak mudah melakukannya.

Dibanding tim-tim tradisional lainnya, Tottenham selalu dijadikan bahan candaan di Inggris karena mereka hanya 'pengganggu' tim-tim besar dalam perebutan titel, tetapi mereka sulit memenangi titel itu.

Tak ayal menurut Beppe Bergomi, legenda Inter, apabila Conte dapat memenangi trofi bersama Tottenham maka itu akan jadi pencapaian terbesar dalam karier kepelatihannya.

“Saya tidak berpikir Conte bisa memenangkan apapun musim ini, tetapi jika dia memenangkan trofi di Tottenham tahun ini atau berikutnya, menurut saya itu akan dianggap sebagai pencapaian terbesarnya,” Bergomi kepada Sky Sports Italia.

“Di klub lain tempat dia bekerja, sudah ada semacam tradisi juara. Sudah berapa lama sejak Tottenham memenangkan Liga?"

“Saya akan menghitung Liga, tetapi juga Liga Europa atau Conference League dianggap sebagai trofi, cara saya melihat kesuksesan," urai Bergomi.

Tottenham terakhir kali memenangi titel liga di Inggris pada 1951 dan 1961, jauh lama sebelum namanya berganti menjadi Premier League. Trofi terakhir yang mereka raih adalah Piala Liga pada 2007-2008 serta Piala FA pada 1990-1991.