BolaSkor.com - Lazio di luar dugaan mampu memberikan tekanan bagi juara bertahan Serie A, Juventus. Kemampuan Lazio akan kembali diuji setelah Serie A kembali begulir.

Lazio mengakhiri Serie A musim lalu dengan menempati posisi kedelapan. Dari 38 pertandingan, Lazio mengoleksi 59 poin.

Hasil tersebut membuat Lazio berbenah diri. Namun, karena keterbatasan dana, Lazio hanya bisa mendatangkan pemain yang jauh dari label bintang.

Denis Vavro, Manuel Lazzari, Jony, dan Robby Adekanye adalah sederet amunisi anyar yang masuk pada musim ini. Pemain-pemain tersebut melengkapi armada lama yang banyak dihuni pemain senior.

Baca juga:

Ciro Immobile Bidik Rekor Gol Serie A Milik Gonzalo Higuain

Perang Kata Presiden Juventus dengan Lazio Terkait Penundaan Serie A dan Virus Corona

Agar AC Milan Tak Lagi Jadi Bulan-bulanan

Lazio

Apa yang dilakukan Lazio pada musim ini terbilang luar biasa. Dengan materi pemain tingkat dua, Lazio menekuk sejumlah tim besar Italia seperti AC Milan, Inter Milan, dan Juventus. Bahkan, Lazio mengukir enam kemenangan beruntun pada musim ini di berbagai ajang.

Lantas, apa yang mendasari performa gemilang tersebut? Satu di antaranya adalah lini depan yang profuktif.

Ciro Immobile adalah nama yang tak bisa dihapus ketika berbicara laju Lazio pada musim ini. Sang pemain mengemas 27 gol plus tujuh assist di Serie A. Untuk saat ini, eks Borussia Dortmund tersebut merupakan penyerang tertajam di Serie A.

Kemampuan Immobile juga banyak disokong lini tengah yang gemilang. Luis Alberto, Sergej Milinkovic-Savic, dan Lucas Leiva adalah pemain-pemain yang rutin menempati sektor tengah.

Ponten besar juga layak diberikan kepada lini pertahanan Biancocelesti. Saat ini, Lazio merupakan tim yang paling sedikit kebobolan di Serie A (23 gol).

Pada pos pertahanan, peran bek kawakan, Francesco Acerbi, sangat besar. Pemain 32 tahun itu merupakan pemimpin pada jantung pertahanan. Acerbi membendung serangan lawan dengan baik.

Saat ini, Lazio menempati posisi kedua klasemen sementara dengan perolehan 62 poin. Lazio hanya tertinggal satu angka dari Juventus yang berada di puncak.

Masalahnya, ketika mesin Lazio sedang panas, kompetisi berhenti total karena pandemi virus corona. Dengan libur panjang, kondisi para pemain diprediksi akan menurun.

Itu adalah tantangan yang harus dijawab Simone Inzaghi. Pelatih 44 tahun itu wajib membuat Lazio kembali bermain seperti performa sebelumnya, bahkan jauh lebih baik lagi. Apalagi, Lazio bisa fokus ke Serie A setelah tersingkir di Liga Europa.

Lazio

Beban semakin ruwet bagi Lazio karena sudah ditunggu jadwal berat. Pada laga pertama, Lazio harus bertamu ke markas Atalanta yang dikenal angker bagi lawan.

Setelah itu, Lazio juga akan bersua Fiorentina, Torino, dan AC Milan. Secara garis besar, tim-tim tersebut memiliki kemampuan yang tak kalah jauh dari Lazio.

Lazio juga masih belum bertemu Juventus dan Napoli pada putaran kedua. Menariknya, duel kontra Napoli akan digelar pada pertandingan terakhir.

Bila posisi belum aman, pertandingan melawan Napoli akan menjadi ujian berat bagi Lazio. Apalagi, Napoli akan bermain di kandang.

Oleh karena itu, Lazio perlu fokus pada sisa pertandingan yang tersaji. Lengah sedikit saja, Lazio bisa terlempar dari persaingan juara termasuk zona Liga Champions.

Lazio Terakhir kali mengangkat trofi Serie A pada musim 1999-2000. Kini, kesempatan tersebut kembali lagi. Namun pertanyaannya, apakah Lazio akan berkalung medali atau gigit jari?